Jakarta – Literasi mengenai satwa, lingkungan, dan keanekaragaman hayati menjadi perhatian Jagat Satwa Nusantara (JSN). Lembaga konservasi yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tersebut menghadirkan program Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara sebagai sarana edukasi bagi siswa.
Program ini tidak hanya dirancang sebagai kompetisi, tetapi juga untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan pengetahuan mengenai satwa, lingkungan, serta kekayaan hayati Indonesia. Pada penyelenggaraan 2026, JSN bahkan menyiapkan materi dan perangkat edukasi yang dapat digunakan kembali oleh sekolah setelah kompetisi selesai.
Edukasi ekologi lewat cerdas cermat
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara merupakan bagian dari pendekatan Zoo Skolastik, yaitu menghadirkan lembaga konservasi sebagai ruang pembelajaran yang terhubung dengan pendidikan di sekolah.
Materi kompetisi mencakup tiga bidang utama, yakni Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), biodiversitas dan konservasi, serta pengetahuan umum dan kebudayaan.
Pertanyaan disusun berdasarkan tingkat pemahaman siswa, mulai dari mengenali informasi hingga menghubungkan konsep dan menggunakan pengetahuan untuk memahami berbagai persoalan.
Siswa diajak memahami hubungan satwa dan manusia
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenali jenis satwa. Mereka juga diajak memahami hubungan antara satwa, manusia, budaya, dan ekosistem dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
JSN menyebut pembelajaran mengenai konservasi perlu terus berlangsung dan tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Karena itu, materi yang diberikan kepada sekolah dapat digunakan kembali untuk kuis antarkelas, diskusi mengenai keanekaragaman hayati, maupun kegiatan pembelajaran lainnya.
36 sekolah akan mengikuti program 2026
Pada penyelenggaraan 2026, Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara membuka pendaftaran bagi sekolah dengan peserta siswa kelas V–VI SD/MI.
Pendaftaran berlangsung pada 28 September hingga 10 Oktober 2026. Sebanyak 36 sekolah akan dipilih untuk mengikuti program yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan pengetahuan tentang satwa dan lingkungan.
Grand Final Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Teater Dunia Air Tawar, Jagat Satwa Nusantara, TMII.
Belajar tidak berhenti setelah lomba
Direktur Dyandra Promosindo Rumpoko Hadi mengatakan, keberlanjutan menjadi salah satu fokus program tahun ini. Menurutnya, sekolah diharapkan dapat membawa pulang pengalaman dan perangkat pembelajaran untuk diterapkan kembali kepada siswa lainnya.
Dengan konsep tersebut, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan oleh siswa yang menjadi peserta lomba. Guru dapat memanfaatkan materi untuk membuat kegiatan belajar serupa di lingkungan sekolah.
Belajar konservasi melalui lingkungan sekitar
Program edukasi JSN juga menempatkan lembaga konservasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Siswa dapat mempelajari materi sains melalui pengamatan langsung dan aktivitas yang berkaitan dengan satwa serta ekosistem.
Pendekatan seperti ini dapat membantu menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata. JSN sendiri menyediakan berbagai pengalaman edukasi, mulai dari pengenalan satwa akuatik, serangga, burung, hingga komodo dan ekosistemnya.
Pernah diikuti hampir 100 sekolah
Program Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara sebelumnya digelar perdana pada 2025. Saat itu, hampir 100 sekolah di wilayah Jabodetabek mendaftar.
Dari proses tersebut, sebanyak 28 sekolah masuk babak penyisihan dan 21 sekolah berhasil melaju ke babak final. Peserta final terdiri dari 18 sekolah dasar dan tiga sekolah menengah pertama.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu dasar JSN mengembangkan program 2026 dengan sasaran dan arah pembelajaran yang lebih terfokus.
Literasi ekologi sebagai bagian pendidikan
Literasi ekologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa menyebutkan nama satwa atau mengetahui jenis tumbuhan. Lebih jauh, siswa perlu memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan serta alasan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara, pembelajaran mengenai biodiversitas dan konservasi dikemas dalam bentuk yang lebih interaktif. Program tersebut sekaligus mempertemukan sekolah, guru, siswa, orang tua, dan lembaga konservasi dalam kegiatan pendidikan.
JSN berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan belajar mengenai satwa dan konservasi yang terus berlangsung di sekolah, sehingga edukasi lingkungan tidak berhenti pada sebuah perlombaan.








