Murid SNT 15 Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, memanfaatkan potensi angin di sekitar sekolah sebagai sumber pembelajaran. Melalui pendekatan STEM, mereka membuat prototipe pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) sederhana menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, murid belajar memahami konsep energi terbarukan, merancang alat, merakit komponen, hingga mengukur arus listrik yang dihasilkan menggunakan multimeter. Proses pembelajaran juga mendorong murid untuk mencari solusi ketika menghadapi kendala dalam pembuatan proyek.
Pembelajaran STEM di SNT 15 Buton Tengah disesuaikan dengan kemampuan dasar murid serta ketersediaan sarana dan prasarana. Pendekatan ini diharapkan membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah.
Selain proyek murid, sekolah juga membangun budaya belajar bersama bagi para guru melalui kegiatan refleksi dan berbagi praktik baik. Dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, SNT 15 Buton Tengah berupaya menjadikan pembelajaran tidak sekadar teori, tetapi juga pengalaman nyata yang relevan bagi murid.









