Siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 13 Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengembangkan proyek RAT-SHIELD AGRITECH, yaitu sistem berbasis sensor ultrasonik untuk mendeteksi dan mengusir tikus di area persawahan. Proyek ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menghubungkan materi sekolah dengan permasalahan nyata di lingkungan sekitar. <Cite refs={[“turn667420search0”]}/>
Dalam pengerjaannya, siswa mempelajari sensor ultrasonik dan konsep bunyi, menyusun algoritma, merancang prototipe, melakukan pengujian, serta memperbaiki rancangan berdasarkan hasil percobaan. Kegiatan ini melibatkan pembelajaran Informatika, Fisika, serta Pendidikan Pancasila.
Kepala SNT 13, Budiardjo Mamonto, menjelaskan bahwa pembelajaran STEM mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah. Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial, Muhammad Syifa, juga menekankan pentingnya mengembangkan teknologi yang bermanfaat dan bertanggung jawab bagi masyarakat. <Cite refs={[“turn667420search0”]}/>
Selain proyek pengendalian hama tikus, siswa mengerjakan proyek Misi Kurir Kemerdekaan yang menggabungkan pembelajaran sejarah, pengukuran, perhitungan, dan perancangan wadah pelindung dokumen Proklamasi. Kedua proyek tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran STEM dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan, menguji ide, dan memperbaiki solusi berdasarkan hasil percobaan. <Cite refs={[“turn667420search0”]}/>











