Karies gigi atau gigi berlubang merupakan masalah kesehatan yang dapat berkembang akibat kebiasaan sehari-hari. Dokter Gigi Klinik Pratama Universitas Negeri Malang (UM), drg. Hafsah Nurul Ummah, S.KG., mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya rasa sakit untuk mulai menjaga kesehatan gigi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 82,8 persen. <Cite refs={[“turn130393news0″,”turn130393news4”]}/>
Karies terjadi ketika bakteri dalam plak gigi menghasilkan asam yang secara bertahap mengikis mineral pada lapisan gigi. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis terlalu sering, serta kurang menjaga kebersihan mulut, dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Pada tahap awal, karies bahkan bisa berkembang tanpa menimbulkan rasa sakit sehingga kerap tidak disadari.
Jika tidak ditangani, karies dapat menyebabkan kerusakan gigi semakin dalam, infeksi, abses, hingga kehilangan gigi. Kondisi ini juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti mengunyah makanan, tidur, dan berbicara. Karena itu, pemeriksaan gigi secara berkala penting dilakukan untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Drg. Hafsah menyarankan masyarakat menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Selain itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sesuai kebutuhan. Jika muncul nyeri berkepanjangan atau pembengkakan, segera cari pertolongan dokter gigi agar kerusakan tidak semakin parah.








