Indonesia menorehkan prestasi di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026 dengan meraih 6 medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu.
Dari total enam emas tersebut, empat diraih pada bidang Matematika dan dua lainnya pada bidang Sains. Capaian ini melampaui perkiraan tim Indonesia.
“Saya sangat senang dan bangga dengan diri saya sendiri karena kerja keras kita akhirnya terbayarkan,” ujar Aiden Gracio, peraih medali emas Matematika dari SD Witama Plus Srikandi Pekanbaru.
Sementara itu, Laudya Senja Madinah Alisjahbana, peraih emas bidang Sains dari SDIA 61 Summarecon Serpong, menilai IMSO sebagai kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru.
“Yang penting kalian sudah berusaha, tidak perlu kalian menjadi yang terbaik, namun kalian harus memaksimalkan kerja keras agar mendapat hasil yang kalian inginkan,” ujarnya.
Ketua Tim Indonesia, Muchammad Fachri, menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil persiapan panjang.
“IMSO itu membutuhkan kerja keras, bukan hanya satu atau dua bulan, tetapi bisa bertahun-tahun,” katanya.
Semangat pantang menyerah juga disampaikan Tahmid Hasan, perwakilan Bangladesh yang meraih emas bidang Sains. Ia mengingatkan peserta untuk terus berjuang dan membuka diri terhadap berbagai kemungkinan.
Prestasi di IMSO-23 menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga proses belajar, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.
“Teruslah belajar, jangan kehilangan semangat, dan bekerja keras. Semoga para murid Indonesia dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai bidang dan membantu Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju,” pungkas Fachri.








