Pemerintah terus meningkatkan anggaran revitalisasi sekolah di Provinsi Lampung sebagai upaya memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pada 2026, anggaran program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Lampung mencapai sekitar Rp1,31 triliun yang menyasar 1.737 satuan pendidikan. Program ini bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun guru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri 5 Metro Timur dan SMP Negeri 9 Metro, Kota Metro, Lampung. Saat kunjungan tersebut, progres pembangunan di kedua sekolah telah mencapai sekitar 50 persen. Penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada November atau paling lambat pertengahan Desember 2026.
Salah satu sekolah penerima bantuan adalah SMP Negeri 9 Metro yang memperoleh anggaran sebesar Rp1.185.427.000. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya, memperbaiki laboratorium IPA beserta perlengkapannya, serta menata lingkungan sekolah melalui pembangunan lapangan basket. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Di tingkat Kota Metro, program revitalisasi pada 2026 menyasar 56 sekolah dengan anggaran sekitar Rp34,18 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025, ketika program menyasar 23 sekolah dengan anggaran sekitar Rp16 miliar. Secara nasional, pemerintah merencanakan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan pada 2026, dengan prioritas bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta terdampak bencana.
Pemerintah menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga harus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Karena itu, fasilitas yang telah diperbaiki perlu dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, disertai dukungan perlengkapan belajar yang memadai. Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak siswa memperoleh lingkungan pendidikan yang mendukung kegiatan belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan.








