Kisah inspiratif datang dari Auria Nur Laila, lulusan Program Studi Peternakan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan tinggi, Auria mampu menjalankan usaha ternak kambing sekaligus meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.
Setiap pagi setelah subuh, Auria terlebih dahulu mengurus kambing di kandang hingga sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia bersiap berangkat ke kampus dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari rutinitasnya dalam membagi waktu antara pendidikan dan usaha peternakan.
Auria mulai beternak kambing menggunakan tabungan dari sisa uang saku. Awalnya, ia hanya ingin memanfaatkan waktu luang sekaligus belajar mandiri. Namun, usaha kecil tersebut terus berkembang dan menjadi pengalaman berharga dalam membangun kemandirian serta keterampilan berwirausaha.
Penerima KIP Kuliah dengan Cita-Cita Menjadi Mantri Ternak
Auria merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selama menjalani perkuliahan, ia tertarik mendalami kesehatan dan reproduksi hewan. Pilihannya pada bidang peternakan didasari potensi pengembangan usaha ternak di lingkungan tempat tinggalnya serta peluang karier yang luas.
Ia bercita-cita menjadi mantri ternak atau inseminator, profesi yang berperan dalam membantu kesehatan dan reproduksi hewan ternak. Menurut Auria, ilmu peternakan memberinya pemahaman menyeluruh tentang pemeliharaan berbagai jenis ternak, baik ruminansia maupun nonruminansia.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Auria mengatur keuangannya dengan cermat. Orang tuanya membantu biaya makan dan sebagian transportasi, sedangkan kebutuhan akademik, seperti alat tulis, praktikum, penelitian, buku, serta keperluan kuliah kerja nyata (KKN) dan praktik kerja lapangan (PKL), dipenuhi dari dana KIP Kuliah yang diterimanya.
Berencana Mengembangkan Usaha Peternakan
Setelah berhasil menyelesaikan kuliah, Auria memiliki keinginan memperbesar usaha ternak kambingnya. Namun, rencana tersebut sempat tertunda akibat kenaikan harga pakan. Meski demikian, ia tetap berencana mengembangkan usaha ke bidang lain, termasuk beternak ayam petelur.
Perjalanan Auria menunjukkan bahwa kuliah dan berwirausaha dapat dijalankan bersamaan melalui pengelolaan waktu, kedisiplinan, serta perencanaan keuangan yang baik. Prestasi akademiknya dengan IPK 3,94 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan praktis di luar kampus tanpa mengabaikan pendidikan.








