Ajeng Lintang Kinasih Suroso menjadi salah satu wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) setelah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89. Mahasiswa asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut diwisuda pada Minggu (11/10/2026). Selain unggul secara akademik, Ajeng juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional.
Sejumlah prestasi yang diraihnya antara lain medali perak kategori poster pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 tahun 2024 dan juara pertama bidang anatomi dalam Brawijaya Medical Olympiad (BrawMO) 2025. Ia juga pernah meraih juara pertama dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta serta sejumlah ajang ilmiah lainnya.
Ajeng mengungkapkan bahwa motivasi utamanya selama kuliah berasal dari kesadaran untuk bertanggung jawab atas pilihan jurusan kedokteran yang diambilnya sendiri. Ketertarikan terhadap berbagai topik, ilmu, dan penelitian membuatnya tidak hanya berfokus pada kelulusan, tetapi juga ingin terus mengeksplorasi bidang kedokteran.
5 Kiat Ajeng Lintang Menjalani Pendidikan Kedokteran
1. Menjalani kuliah berdasarkan minat sendiri
Ajeng merasa proses belajar lebih menyenangkan ketika dijalani tanpa tekanan atau paksaan dari orang lain. Memilih bidang yang sesuai minat dapat membantu mahasiswa membangun motivasi dari dalam diri dan lebih menikmati proses pendidikan.
2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Menurut Ajeng, keputusan untuk memilih jurusan kedokteran membuatnya merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Sikap ini menjadi salah satu pendorong untuk tetap bersemangat menghadapi tantangan akademik.
3. Mengerjakan skripsi bersama teman
Saat menyusun skripsi, Ajeng mengakui bahwa tantangan terbesar terkadang bukan pada materi penelitian, melainkan menjaga suasana hati dan niat untuk terus bekerja. Mengerjakan tugas akhir bersama teman membantunya melihat perkembangan pekerjaan sekaligus membuka kesempatan berdiskusi ketika menghadapi kesulitan.
4. Meminimalkan distraksi
Ajeng menekankan pentingnya mengurangi gangguan saat mengerjakan tugas akhir. Dengan memusatkan perhatian pada pekerjaan yang sedang dilakukan, mahasiswa dapat memanfaatkan waktu lebih efektif dan menjaga kemajuan penelitian.
5. Memanfaatkan dukungan orang tua
Dukungan keluarga turut membantu Ajeng menjalani perjalanan akademiknya. Ia menyebut orang tuanya terus mengingatkan agar tetap berada di jalur yang tepat, terutama ketika menghadapi tantangan selama kuliah dan menyelesaikan skripsi.
Teliti Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih
Dalam skripsinya, Ajeng mengangkat penelitian berjudul Analisis Potensi Metode Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih Berbasis Fluoresensi Carbon Dots dengan Spektrofluorometri. Ia tertarik pada topik tersebut karena ingin mengeksplorasi metode yang berpotensi mendukung deteksi dini kanker kandung kemih.
Carbon dots merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat memancarkan cahaya ketika disinari pada panjang gelombang tertentu. Sifat fluoresensi tersebut diteliti sebagai pendekatan untuk mengenali biomarker yang berkaitan dengan kanker kandung kemih. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan metode deteksi yang lebih praktis, meskipun penerapannya tetap memerlukan penelitian dan pengujian lebih lanjut.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Ajeng melanjutkan pendidikan profesi dokter sekaligus menempuh Program Studi Magister Ilmu Biomedik di Universitas Brawijaya. Perjalanannya menunjukkan bahwa ketertarikan pada ilmu pengetahuan, tanggung jawab, pengelolaan waktu, dan dukungan lingkungan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani pendidikan tinggi.








