Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang bagi pelajar penyandang disabilitas untuk memperoleh beasiswa melalui program LPDP Jakarta. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi, termasuk kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri bagi mereka yang memenuhi persyaratan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. <Cite refs={[“turn769089search2″,”turn769089search11”]}/>
LPDP Jakarta Ditargetkan Menjangkau 50–75 Penerima
Pramono menyebut program LPDP Jakarta direncanakan menjangkau sekitar 50 hingga 75 penerima. Ia berharap sebagian kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk di luar negeri.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan siap memberikan fasilitas bagi calon penerima yang memenuhi ketentuan. Meski demikian, rincian persyaratan khusus, jadwal pendaftaran, dan mekanisme seleksi program LPDP Jakarta perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah daerah.
Pramono juga menekankan pentingnya memastikan bantuan pendidikan diberikan secara tepat sasaran. Seleksi diharapkan dilakukan berdasarkan persyaratan dan kebutuhan penerima, bukan melalui praktik titipan.
Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas
Pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari upaya membangun Jakarta yang inklusif. Pramono merujuk pada Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2022 yang mengatur pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyediakan ruang dan fasilitas yang memadai agar anak-anak penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan serta mengembangkan potensi mereka.
Saat ini, DKI Jakarta memiliki 88 sekolah luar biasa (SLB), yang terdiri atas 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Keberadaan sekolah tersebut menjadi bagian dari layanan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas. <Cite refs={[“turn769089search11”]}/>
KJMU Juga Mendukung Pendidikan Tinggi
Selain peluang beasiswa LPDP Jakarta, Pemprov DKI Jakarta memiliki program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa yang memenuhi persyaratan agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Pramono menyebut KJMU sebagai salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana maupun pascasarjana. Bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan biaya bagi calon mahasiswa yang membutuhkan.
Keberadaan berbagai skema bantuan pendidikan menjadi penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses maupun kendala finansial.
Mendorong Pendidikan yang Inklusif
Peluang beasiswa bagi penyandang disabilitas diharapkan menjadi langkah untuk memperluas akses pendidikan yang setara. Dukungan pemerintah tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui fasilitas pendidikan yang aksesibel dan proses seleksi yang adil.
Calon penerima beasiswa sebaiknya memantau pengumuman resmi Pemprov DKI Jakarta untuk mengetahui persyaratan, jadwal pendaftaran, serta mekanisme seleksi LPDP Jakarta setelah tersedia.
Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.



