Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemanfaatan platform Rumah Pendidikan untuk membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan menyenangkan bagi murid. Melalui pemanfaatan teknologi pendidikan, guru dapat menyajikan materi secara lebih menarik sekaligus menyesuaikan kegiatan belajar dengan kebutuhan peserta didik.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sapa Sekolah Rumah Pendidikan yang diselenggarakan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen di SMAN 1 Jakarta pada 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari sejumlah sekolah di wilayah Jakarta Pusat untuk mengeksplorasi penggunaan layanan digital dalam pembelajaran. <Cite refs={[“turn971000search11”]}/>
Guru Didorong Mengembangkan Pembelajaran Interaktif
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan dalam Sapa Sekolah adalah praktik metode station rotation. Metode ini membagi kegiatan belajar ke dalam beberapa pos aktivitas sehingga murid dapat berpindah dari satu pos ke pos lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memahami materi.
Melalui pendekatan tersebut, murid tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Metode ini dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis dan mengurangi kejenuhan selama proses belajar.
Guru Bahasa Indonesia SMA Budi Mulia Jakarta, Jody Hendriyono Siringoringo, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya inspirasi untuk memanfaatkan papan interaktif digital dan materi dari Rumah Pendidikan agar pembelajaran lebih terstruktur serta mudah diterapkan di kelas.
Ia berencana menerapkan metode station rotation ketika mengajarkan struktur teks eksposisi maupun teks cerita sejarah. Murid dapat mengunjungi beberapa pos untuk mengidentifikasi struktur teks, seperti orientasi dan konflik, sekaligus mempelajari kaidah kebahasaannya.
Rumah Pendidikan Membantu Guru Memvariasikan Metode Mengajar
Rumah Pendidikan menyediakan akses terhadap berbagai layanan dan sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di kelas. Melalui platform ini, guru memiliki pilihan materi dan media pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran serta kebutuhan murid.
Pemanfaatan teknologi tidak hanya membantu guru menyampaikan materi, tetapi juga membuka kesempatan untuk mencoba strategi pembelajaran yang lebih kreatif. Dengan materi yang terstruktur dan media interaktif, guru dapat merancang aktivitas yang mendorong murid lebih aktif memahami pelajaran.
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan menjadi pendukung bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru dalam membimbing dan mendampingi peserta didik.
Teknologi Membantu Pemantauan Aktivitas Belajar
Manfaat Rumah Pendidikan juga dirasakan oleh Wachjoedi, guru Seni Musik SMAN 1 Jakarta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara memvariasikan pembelajaran seni musik dan memanfaatkan teknologi untuk memantau aktivitas serta hasil pekerjaan murid.
Pemanfaatan layanan digital memungkinkan guru memeriksa hasil pekerjaan dalam bentuk berkas atau data secara lebih fleksibel. Dengan demikian, guru dapat memantau perkembangan belajar murid dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran berdasarkan kebutuhan mereka.
Penggunaan teknologi juga memberikan ruang bagi guru untuk mengeksplorasi media yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Setiap guru dapat memilih pendekatan yang relevan agar materi lebih mudah dipahami dan kegiatan belajar terasa lebih menarik.
Pembelajaran Menyenangkan Mendorong Keterlibatan Murid
Pembelajaran yang menyenangkan bukan sekadar menghadirkan permainan di kelas, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang membuat murid aktif, fokus, dan terlibat dalam memahami materi.
Melalui metode yang bervariasi, guru dapat memberikan kesempatan kepada murid untuk berdiskusi, memecahkan masalah, berpindah antarkegiatan, serta menunjukkan pemahamannya melalui berbagai bentuk tugas.
Kemendikdasmen berharap pemanfaatan Rumah Pendidikan dapat memperluas inspirasi guru dalam merancang pembelajaran. Dengan menggabungkan teknologi, strategi mengajar yang tepat, dan aktivitas yang melibatkan murid, proses belajar diharapkan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.











