SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menerima bantuan revitalisasi untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan. Sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut sebelumnya menghadapi masalah atap ruang kelas berlubang dan melengkung sehingga air hujan masuk ke dalam kelas dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Melalui program revitalisasi satuan pendidikan pada 2025, sekolah memperoleh bantuan perbaikan atap ruang kelas dan satu paket toilet yang terdiri atas empat bilik. Perbaikan ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid maupun guru. <Cite refs={[“turn755593search7”]}/>
Atap Bocor Sempat Mengganggu Pembelajaran
Salah satu murid kelas XII SMAN 1 Taman, Alina Maulidya Aryanti, menceritakan pengalamannya ketika belajar di ruang kelas yang atapnya masih berlubang. Saat hujan turun, air masuk ke dalam kelas sehingga murid harus membersihkan ruangan sebelum melanjutkan pembelajaran.
Kondisi tersebut membuat waktu belajar terganggu. Murid tidak dapat langsung mengikuti pelajaran karena harus terlebih dahulu menangani air yang menggenangi ruang kelas.
Setelah perbaikan dilakukan, kebocoran pada ruang kelas yang telah direvitalisasi tidak lagi terjadi. Alina merasakan perubahan tersebut dan berharap fasilitas sekolah yang sudah diperbaiki dapat dirawat dengan baik agar terus memberikan manfaat bagi murid berikutnya.
Revitalisasi Membuat Ruang Kelas Lebih Nyaman
Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa sejumlah bagian bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan. Kondisi atap yang melengkung menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani.
Bantuan revitalisasi memberikan perubahan nyata bagi sekolah. Perbaikan atap membuat ruang kelas lebih layak digunakan, sedangkan pembangunan paket toilet turut mendukung kebutuhan sanitasi warga sekolah.
Dewi menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan sangat membantu sekolah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada murid.
Lingkungan belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor pendukung agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Pencahayaan Lebih Baik, Murid Lebih Fokus
Dampak perbaikan fasilitas juga dirasakan oleh Javas Parama Wirasana, murid kelas XI. Ia menilai ruang kelas yang digunakannya saat ini terasa lebih luas, rapi, dan memiliki pencahayaan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kondisi tersebut membantunya dan teman-teman mengikuti pelajaran dengan lebih nyaman. Pencahayaan yang memadai juga membuat materi yang disampaikan guru lebih mudah diperhatikan.
Javas berharap perbaikan dapat dilanjutkan pada ruang kelas lain yang masih membutuhkan pembenahan. Dengan demikian, semakin banyak murid dapat menikmati fasilitas belajar yang layak.
Revitalisasi Sekolah Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan
Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Fasilitas yang layak diperlukan agar guru dapat mengajar dengan baik dan murid memiliki lingkungan yang mendukung proses belajar.
Pengalaman SMAN 1 Taman menunjukkan bahwa kerusakan bangunan bukan sekadar persoalan fisik. Atap bocor dan ruang kelas yang kurang nyaman dapat menghambat kegiatan belajar, mengurangi waktu pembelajaran, serta mengganggu konsentrasi murid.
Karena itu, perbaikan fasilitas sekolah perlu disertai pemeliharaan secara berkelanjutan. Sekolah dan seluruh warga satuan pendidikan diharapkan bersama-sama menjaga sarana yang telah diperbaiki agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Perawatan Fasilitas Perlu Menjadi Perhatian
Setelah revitalisasi selesai, sekolah perlu memastikan fasilitas yang telah diperbaiki tetap terawat. Pemeriksaan berkala terhadap atap, ruang kelas, sanitasi, dan bagian bangunan lainnya dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini.
Harapan murid agar ruang kelas lain juga mendapatkan perbaikan menjadi pengingat bahwa kebutuhan sarana pendidikan perlu terus diperhatikan. Penanganan dapat diprioritaskan berdasarkan kondisi bangunan dan tingkat kerusakan yang ditemukan.
Melalui revitalisasi dan pemeliharaan yang berkelanjutan, sekolah diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi murid.











