Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Ciputra International Superblock, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kehadiran kampus ini diharapkan memperkuat pendidikan tinggi berbasis kewirausahaan, inovasi, dan kolaborasi dengan dunia industri.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mendorong perguruan tinggi untuk berperan lebih luas dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga perlu berkontribusi melalui riset dan solusi nyata untuk menjawab persoalan perkotaan. <Cite refs={[“turn759206search0″,”turn759206search4”]}/>
Pramono Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
Pramono menilai kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perguruan tinggi, dan sektor swasta penting untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah persoalan perkotaan yang membutuhkan dukungan pemikiran akademisi dan generasi muda, di antaranya transportasi, pengelolaan sampah, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta sebagai kota global perlu diiringi pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Peresmian gedung Universitas Ciputra Jakarta diharapkan memperluas ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi bagi mahasiswa. <Cite refs={[“turn759206search0″,”turn759206search2”]}/>
Universitas Ciputra Jakarta Fokus pada Kewirausahaan
Universitas Ciputra dikenal dengan pendekatan pendidikan yang menekankan kewirausahaan atau entrepreneurship. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, mengenali peluang usaha, serta memecahkan persoalan melalui pengalaman praktis.
Universitas Ciputra Jakarta menjadi kampus ketiga dalam jaringan Universitas Ciputra, setelah kampus Surabaya yang berdiri pada 2006 dan kampus Makassar yang hadir pada 2021.
Kehadiran kampus di Jakarta menjadi bagian dari upaya Ciputra Group dan Yayasan Ciputra Pendidikan untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan tinggi. <Cite refs={[“turn759206search4″,”turn759206search0”]}/>
Mahasiswa Belajar dari Pengalaman Bisnis Nyata
Salah satu pendekatan pembelajaran yang dikembangkan Universitas Ciputra Jakarta adalah menghubungkan teori perkuliahan dengan pengalaman bisnis nyata. Mahasiswa diperkenalkan pada proses mengenali masalah, menyusun gagasan, dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pendekatan Real Business Experience memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari persoalan bisnis berdasarkan kondisi di lapangan. Pembelajaran juga melibatkan mitra industri agar mahasiswa dapat memahami tantangan dunia usaha secara lebih langsung.
Kolaborasi yang diberitakan mencakup keterlibatan Kawan Lama Group melalui sejumlah unit bisnisnya serta pemanfaatan studi kasus operasional dari Ciputra Group. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan analisis, komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah. <Cite refs={[“turn759206search4″,”turn759206search5”]}/>
Teknologi dan Kecerdasan Buatan Mendukung Pembelajaran
Selain kewirausahaan, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran di Universitas Ciputra Jakarta. Teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat digunakan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi ide dan mengembangkan solusi.
Namun, penggunaannya tetap perlu memperhatikan ketepatan informasi, kejujuran akademik, serta perlindungan privasi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam penerapannya.
Penguasaan teknologi yang dipadukan dengan keterampilan kewirausahaan diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja. <Cite refs={[“turn759206search4″,”turn759206search5”]}/>
Kampus Diharapkan Berkontribusi bagi Masyarakat
Peran perguruan tinggi tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar. Kampus juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan penelitian, menjalankan program pengabdian masyarakat, serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha.
Dalam konteks Jakarta, kontribusi akademisi dan mahasiswa dapat diarahkan untuk membantu mengidentifikasi persoalan masyarakat dan menyusun solusi berdasarkan pengetahuan yang dipelajari di kampus.
Melalui kolaborasi tersebut, kehadiran Universitas Ciputra Jakarta diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Ibu Kota.










