JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Alim Setiawan Slamet, sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. <escape></escape>
Penunjukan tersebut membawa Alim dari lingkungan perguruan tinggi ke pemerintahan. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi industri pertanian, pemasaran pertanian, dan agribisnis, serta pengalaman dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi.
Profil Alim Setiawan Slamet
Alim Setiawan Slamet lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 27 Februari 1982. Ia mengembangkan karier akademiknya di IPB University dan memiliki pengalaman dalam bidang manajemen, rantai pasok, serta pemasaran pertanian.
Sebelum diangkat menjadi Wamentan, Alim menjabat sebagai Rektor IPB University. Ia terpilih sebagai rektor pengganti antarwaktu pada Desember 2025 untuk periode 2025–2028, menggantikan Arif Satria yang kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). <escape></escape>
Riwayat Pendidikan Alim Setiawan
Alim menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, IPB, dan menyelesaikannya pada 2005. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister pada bidang yang sama dan lulus pada 2009.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di Ehime University, Jepang, dengan fokus pada pemasaran pertanian dan agribisnis. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 2017.
Latar belakang pendidikan ini berkaitan dengan pengelolaan industri pertanian, pemasaran hasil pertanian, serta pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian.
Perjalanan Karier di IPB University
Sebelum menjadi rektor, Alim pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan IPB. Ia tercatat pernah menjadi Asisten Rektor IPB pada 2007–2012 dan terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, pada 2008–2013.
Selanjutnya, ia menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada 2013–2014. Pada 2018–2022, Alim dipercaya sebagai Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier.
Ia kemudian menjabat Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur pada 2022–2025 sebelum memimpin IPB University sebagai rektor.
Di luar lingkungan kampus, Alim juga tercatat sebagai anggota The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015 dan Forum Manajemen Indonesia sejak 2017.
Peran Baru sebagai Wakil Menteri Pertanian
Sebagai Wamentan, Alim bergabung dengan Muhammad Saleh Mustafa untuk mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dengan demikian, Kementerian Pertanian memiliki dua wakil menteri.
Setelah pelantikan, Alim menyampaikan harapannya untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program strategis pemerintah, terutama menjaga keberlanjutan swasembada pangan, memodernisasi pertanian, dan mendorong hilirisasi produk pertanian.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi agar dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung pembangunan sektor pertanian. Inovasi tersebut diharapkan membantu meningkatkan produktivitas, mengembangkan produk olahan, serta menambah nilai ekonomi komoditas pertanian.
Peralihan Alim dari kepemimpinan perguruan tinggi ke pemerintahan menempatkannya pada peran baru dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan pertanian nasional.





