JAKARTA – Peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dengan memperoleh akreditasi. Sekolah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar kualitas pembelajaran, kepemimpinan, serta layanan kepada siswa terus berkembang.
Pesan tersebut menjadi perhatian ASIC (Accreditation Service for International Schools, Colleges and Universities), lembaga akreditasi internasional yang mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan. ASIC mengajak sekolah-sekolah di Indonesia menjadikan akreditasi sebagai bagian dari proses pembenahan, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu membangun budaya mutu yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari proses belajar mengajar hingga perlindungan dan kesejahteraan siswa. <Cite refs={[“turn751360search0″,”turn751360search3”]}/>
ASIC Dorong Sekolah Fokus pada Peningkatan Mutu
ASIC menekankan bahwa penjaminan mutu pendidikan perlu memberikan dampak nyata terhadap pengalaman belajar siswa. Karena itu, proses akreditasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen atau pencapaian status tertentu.
Sekolah perlu menilai kekuatan dan kekurangan yang dimiliki, mengumpulkan bukti pelaksanaan pembelajaran, serta menyusun langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.
Pendekatan ini membantu sekolah memahami aspek yang perlu dikembangkan, baik dari sisi pengelolaan institusi, kualitas pengajaran, fasilitas pendidikan, maupun dukungan terhadap kebutuhan siswa.
Menurut kerangka penjaminan mutu ASIC, proses evaluasi juga mencakup peninjauan sistem pengelolaan, pengamatan kegiatan pembelajaran, serta masukan dari tenaga pendidik dan siswa. <Cite refs={[“turn751360search4″,”turn751360search10”]}/>
Konferensi ASIC 2026 Bahas Perbaikan Sekolah
Sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan, ASIC menggelar ASIC Schools Conference 2026 di ANVAYA Beach Resort, Bali, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Konferensi tersebut mengangkat tema Raising Standards, Strengthening Schools: Practical Pathways to Quality and Improvement. Kegiatan ini ditujukan bagi pemimpin sekolah, pengelola penjaminan mutu, tenaga pendidik, dan penyelenggara pendidikan di Indonesia serta kawasan sekitarnya.
Agenda tersebut dirancang untuk membahas langkah praktis dalam meningkatkan kualitas sekolah, mempersiapkan akreditasi, dan membangun sistem perbaikan berkelanjutan.
Peserta juga berkesempatan memperoleh wawasan, bertukar pengalaman dengan pengelola sekolah lain, serta menyusun rencana tindakan yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing institusi. <Cite refs={[“turn751360search0”]}/>
Akreditasi Harus Menjadi Bagian dari Budaya Sekolah
Peningkatan mutu yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.
Evaluasi sebaiknya dilakukan secara berkala agar sekolah dapat mengetahui apakah kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
Misalnya, sekolah dapat meninjau efektivitas metode pembelajaran, memastikan fasilitas mendukung kegiatan belajar, memperkuat perlindungan siswa, serta meningkatkan komunikasi antara sekolah dan keluarga.
Dengan cara tersebut, akreditasi dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengenali kebutuhan pengembangan dan menetapkan prioritas perbaikan, bukan hanya sebagai pengakuan formal.
ASIC Telah Diakui sebagai Lembaga Akreditasi Internasional
ASIC merupakan lembaga penjaminan mutu pendidikan yang berbasis di Inggris dan melayani institusi pendidikan di berbagai negara.
ASIC menyatakan telah memperoleh pengakuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia sebagai Lembaga Akreditasi Internasional melalui Keputusan Menteri Nomor 73/O/2025.
Pengakuan tersebut memungkinkan sekolah di Indonesia mengajukan akreditasi internasional melalui ASIC sesuai ketentuan yang berlaku. ASIC juga menyebut ACS-WASC, CIS, dan ACSI sebagai tiga lembaga akreditasi internasional lainnya yang berada dalam kelompok pengakuan tersebut. <Cite refs={[“turn751360search1″,”turn751360search13”]}/>
Perbaikan Berkelanjutan untuk Pendidikan Berkualitas
Ajakan ASIC sejalan dengan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian standar minimum. Sekolah perlu terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa, perkembangan metode pembelajaran, serta perubahan lingkungan pendidikan.
Akreditasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu sekolah mengenali posisi dan menentukan arah pengembangan. Namun, hasil akhirnya perlu terlihat dalam peningkatan kualitas pengajaran, lingkungan belajar yang aman, dan dukungan yang lebih baik bagi siswa.
Dengan menjadikan evaluasi sebagai kebiasaan, sekolah diharapkan dapat membangun budaya mutu yang berkelanjutan dan memberikan pengalaman pendidikan yang semakin berkualitas.










