JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera membuka pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, serta kelompok riset yang membutuhkan dukungan pendanaan untuk mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah.
Tahun ini, Beasiswa Riset BAZNAS menyediakan sembilan kategori bantuan. Pendanaan mencakup penyelesaian tugas akhir mahasiswa jenjang D4/S1, S2, dan S3, penelitian kelompok atau lembaga, hingga biaya publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Besaran bantuan bervariasi, mulai dari Rp1 juta untuk publikasi jurnal Sinta 3 hingga maksimal Rp30 juta untuk kategori lembaga atau kelompok riset. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
1. Daftar 9 Kategori Beasiswa Riset BAZNAS 2026
Berikut sembilan kategori bantuan beserta kuota dan nominal pendanaan yang diberitakan detikEdu.
| Kategori | Kuota | Bantuan |
|---|---|---|
| Mahasiswa D4/S1 | 70 penerima | Rp4 juta |
| Mahasiswa S2 | 50 penerima | Rp7 juta |
| Mahasiswa S3 | 50 penerima | Rp10 juta |
| Lembaga/kelompok riset | 50 penerima | Maksimal Rp30 juta |
| Publikasi jurnal Sinta 3 | 10 penerima | Maksimal Rp1 juta |
| Publikasi jurnal Sinta 2 | 19 penerima | Maksimal Rp3 juta |
| Publikasi jurnal Sinta 1 | 29 penerima | Maksimal Rp5 juta |
| Publikasi jurnal internasional bereputasi | 40 penerima | Maksimal Rp12,5 juta |
| Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf | 150 penerima | Rp4 juta |
Setiap kategori memiliki persyaratan tersendiri. Calon penerima perlu memilih kategori yang sesuai dengan jenjang pendidikan, status penelitian, atau kebutuhan publikasi ilmiahnya. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
2. Persyaratan Umum Beasiswa Riset BAZNAS 2026
Calon penerima perlu memenuhi sejumlah persyaratan umum berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP yang masih berlaku.
- Penelitian atau artikel diutamakan sesuai dengan tema prioritas BAZNAS.
- Tidak menerima pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama.
- Memiliki hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen, di luar daftar pustaka.
- Bersedia menandatangani akad penerima manfaat serta mengikuti mentoring, coaching, dan pembinaan dari BAZNAS RI.
- Bersedia mencantumkan pengakuan atau acknowledgement kepada BAZNAS RI pada hasil penelitian atau artikel yang diterbitkan.
- Setiap orang hanya diperbolehkan mendaftar pada satu kategori dan mengajukan satu usulan.
Penelitian yang tidak sesuai dengan tema prioritas BAZNAS tetap dapat diajukan. Namun, penelitian yang sesuai dengan tema prioritas memiliki peluang lebih besar untuk dipertimbangkan dalam seleksi. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
3. Syarat Beasiswa Riset untuk Mahasiswa D4, S1, S2, dan S3
Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, terdapat sejumlah persyaratan khusus yang perlu diperhatikan.
- Program studi minimal terakreditasi A/Unggul dan perguruan tinggi minimal terakreditasi B/Baik Sekali, sesuai ketentuan pedoman.
- Memiliki IPK terakhir minimal 3,35 dari skala 4,00.
- Proposal penelitian telah disetujui dan ditandatangani dosen pembimbing.
- Memiliki surat rekomendasi dari pejabat perguruan tinggi atau dosen pembimbing.
Calon pendaftar juga perlu menyiapkan dokumen administrasi, antara lain:
- Formulir pendaftaran atau biodata diri.
- KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
- Transkrip nilai atau bukti IPK terakhir.
- Surat keterangan aktif kuliah atau Kartu Rencana Studi (KRS).
- Sertifikat akreditasi program studi dan perguruan tinggi.
- Surat rekomendasi.
- Surat pernyataan bermeterai Rp10.000.
- Proposal penelitian beserta lembar pengesahan.
- Bahan presentasi penelitian dalam format PowerPoint.
- Hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen.
- CV dan portofolio bagi penelitian di bidang desain, ilustrasi digital, dan perfilman.
Persyaratan tersebut perlu dicocokkan kembali dengan pedoman resmi kategori yang dipilih sebelum dokumen dikirimkan. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
4. Bantuan Penelitian Kelompok atau Lembaga hingga Rp30 Juta
BAZNAS juga menyediakan bantuan untuk penelitian yang dilakukan oleh lembaga atau kelompok riset. Kategori ini memiliki plafon bantuan paling besar, yakni maksimal Rp30 juta.
Kelompok riset harus terdiri atas dua hingga lima orang dengan satu ketua tim. Anggotanya merupakan akademisi dan/atau praktisi aktif, serta seluruh anggota harus berstatus WNI.
Untuk lembaga riset, pendaftar perlu memiliki akta atau surat keputusan pengesahan dari instansi berwenang. Sementara itu, kelompok riset perlu menyertakan izin tertulis dari HRD dan/atau pimpinan unit kerja sesuai ketentuan.
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi:
- Formulir pendaftaran ketua dan anggota.
- CV dan KTP seluruh anggota tim.
- Kartu identitas kepegawaian atau ID Card anggota.
- Akta atau surat keputusan pengesahan lembaga, jika mendaftar sebagai lembaga.
- Rencana Anggaran Biaya (RAB) penelitian.
- Surat rekomendasi tokoh atau pimpinan instansi.
- Surat keterangan dan rekomendasi HRD atau pimpinan unit kerja bagi kelompok riset.
- Surat pernyataan bermeterai Rp10.000.
- Draf proposal penelitian.
- Bahan presentasi penelitian dalam format PowerPoint atau video.
- Hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen.
Tim juga harus bersedia melaksanakan penelitian berdasarkan tema yang ditetapkan BAZNAS RI dan mengikuti ketentuan pendanaan yang berlaku. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
5. Bantuan Biaya Publikasi Jurnal Ilmiah
Selain mendukung penelitian, Beasiswa Riset BAZNAS 2026 menyediakan bantuan biaya publikasi artikel ilmiah atau Article Processing Charge (APC).
Bantuan ini mencakup publikasi pada jurnal Sinta 3, Sinta 2, Sinta 1, dan jurnal internasional bereputasi. Nominal bantuan ditetapkan berdasarkan kategori jurnal, dengan batas maksimal mulai Rp1 juta hingga Rp12,5 juta.
Ada beberapa persyaratan khusus bagi pendaftar kategori publikasi ilmiah:
- Pendaftar harus menjadi penulis pertama atau penulis korespondensi artikel.
- Artikel telah melalui proses peninjauan dan diterima jurnal, dibuktikan dengan Letter of Acceptance (LoA) resmi.
- Artikel belum diterbitkan dan biaya APC belum dibayarkan saat pendaftaran.
- Jurnal harus memenuhi ketentuan akreditasi atau indeksasi yang berlaku.
- Jurnal bukan jurnal predator dan tidak berstatus dicabut akreditasinya, discontinued, atau delisted.
- Artikel diutamakan sesuai tema prioritas BAZNAS dan tidak memperoleh pendanaan APC ganda.
- Setiap pendaftar hanya dapat mengajukan bantuan untuk satu artikel.
Besaran bantuan mengikuti nilai yang lebih rendah antara batas maksimal kategori jurnal dan tagihan APC dari penerbit.
Dokumen yang perlu disiapkan mencakup KTP, identitas institusi atau surat keterangan aktif, CV penulis, naskah artikel versi diterima, bukti akreditasi atau indeksasi jurnal, LoA, bukti biaya APC, hasil pemeriksaan plagiarisme, surat pernyataan bermeterai, dan surat rekomendasi pimpinan institusi atau pembimbing/promotor. <Cite refs={[“turn448518news0”]}/>
6. Cara Memantau Pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026
Mahasiswa, akademisi, dan peneliti yang berminat perlu memantau informasi resmi dari BAZNAS untuk mengetahui jadwal pendaftaran, tautan pengajuan, pedoman teknis, dan ketentuan masing-masing kategori.
Informasi program BAZNAS dapat diperiksa melalui situs resmi BAZNAS dan portal Beasiswa BAZNAS.
Sebelum mendaftar, calon penerima disarankan untuk:
- Memastikan kategori bantuan yang sesuai.
- Membaca pedoman dan persyaratan terbaru.
- Menyiapkan proposal penelitian atau artikel sesuai ketentuan.
- Memeriksa akreditasi perguruan tinggi atau jurnal yang dituju.
- Memastikan seluruh dokumen lengkap dan hasil pemeriksaan plagiarisme memenuhi batas yang ditetapkan.
- Memastikan jadwal pendaftaran dan mekanisme pengajuan melalui kanal resmi.
Kesimpulan
Beasiswa Riset BAZNAS 2026 membuka peluang pendanaan bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, kelompok penelitian, dan penulis artikel ilmiah. Tersedianya sembilan kategori bantuan memberikan pilihan sesuai kebutuhan, dengan nominal tertinggi mencapai Rp30 juta untuk lembaga atau kelompok riset.
Calon pendaftar perlu memperhatikan persyaratan khusus setiap kategori serta memastikan jadwal pembukaan dan prosedur pengajuan melalui kanal resmi BAZNAS sebelum mengirimkan berkas.










