BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di kawasan BSD, Tangerang, Banten, pada 19 Oktober 2026. Pembukaan kampus ini dilakukan ketika jumlah mahasiswa aktif telah mencapai sekitar 400 orang, seiring meningkatnya minat terhadap pendidikan teknik yang menggabungkan pembelajaran akademik, praktik, dan teknologi.
Kampus baru yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknik dan inovasi. Pada tahun akademik 2026/2027, BINUS ASO menerima 112 mahasiswa baru.
Kehadiran kampus ini menjadi bagian dari upaya BINUS ASO School of Engineering untuk menghubungkan pendidikan teknik dengan kebutuhan industri serta mempersiapkan calon insinyur yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. <Cite refs={[“turn668284search0″,”turn668284search1”]}/>
1. Kampus Baru BINUS ASO Berdiri di Kawasan BSD
Kampus baru BINUS ASO School of Engineering berada di kawasan KEK D-HUB BSD, Cisauk, Tangerang, Banten. Gedung kampus tersebut memiliki delapan lantai dan dirancang untuk menunjang kegiatan pembelajaran, eksperimen, serta pengembangan inovasi mahasiswa.
Lokasi kampus di kawasan yang dikelilingi berbagai perusahaan dan pelaku industri diharapkan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Melalui lingkungan pembelajaran tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengenal penerapan ilmu teknik secara lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi industri.
Peresmian kampus baru ini juga menandai pengembangan fasilitas pendidikan BINUS ASO untuk mendukung kebutuhan pembelajaran teknik yang semakin terintegrasi dengan teknologi. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
2. Jumlah Mahasiswa Aktif Mencapai 400 Orang
Pembukaan kampus baru berlangsung ketika BINUS ASO School of Engineering mencatat sekitar 400 mahasiswa aktif. Pada tahun akademik 2026/2027, institusi tersebut menerima 112 mahasiswa baru.
Pertumbuhan jumlah mahasiswa menjadi salah satu latar belakang pengembangan fasilitas kampus. Lingkungan belajar yang memadai diperlukan untuk mendukung kegiatan akademik, praktik laboratorium, kerja kelompok, dan pengembangan proyek mahasiswa.
Meski demikian, jumlah mahasiswa bukan satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan teknik. Kualitas pembelajaran, pengalaman praktik, kemampuan menyelesaikan persoalan, dan relevansi kompetensi dengan kebutuhan industri juga menjadi aspek penting dalam pendidikan calon insinyur. <Cite refs={[“turn668284search0″,”turn668284search1”]}/>
3. Tiga Program Studi Bidang Teknik Ditawarkan
BINUS ASO School of Engineering mendukung tiga program studi sarjana yang berfokus pada bidang teknik dan penerapannya.
Berikut program studi yang ditawarkan:
- Automotive and Robotics Engineering, yang berfokus pada bidang teknik otomotif dan robotika.
- Product Design Engineering, yang menggabungkan rekayasa teknik dengan pengembangan desain produk.
- Business Engineering, yang menghubungkan pendekatan teknik dengan proses dan kebutuhan bisnis.
Ketiga program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis dan kemampuan menerapkan ilmu dalam berbagai konteks industri.
Calon mahasiswa yang tertarik perlu memeriksa kurikulum, persyaratan masuk, dan informasi penerimaan terbaru melalui situs resmi BINUS ASO School of Engineering. <Cite refs={[“turn668284search7″,”turn668284search1”]}/>
4. Fasilitas Pembelajaran Menggabungkan Teknologi dan Praktik
Kampus baru BINUS ASO dilengkapi ruang pembelajaran modern, laboratorium, dan area kolaboratif untuk mendukung kegiatan akademik.
Sejumlah teknologi juga diterapkan, antara lain sistem iPad-based mirroring dan layar sentuh interaktif yang membantu proses penyampaian materi serta interaksi di ruang kelas. Kampus ini juga menerapkan teknologi Air Blaster pada area tertentu sebagai bagian dari pengembangan fasilitasnya.
Pendekatan pembelajaran tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat melakukan eksperimen, bekerja sama dalam tim, dan mengembangkan gagasan menjadi prototipe atau inovasi.
Pengalaman praktik menjadi unsur penting dalam pendidikan teknik karena mahasiswa perlu memahami bagaimana prinsip ilmiah diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan nyata. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
5. Mahasiswa Terlibat dalam Pengembangan Tangan Prostetik
Salah satu contoh penerapan ilmu teknik di BINUS ASO adalah pengembangan tangan prostetik bagi Oriza Viollinar, yang kehilangan tangan kanannya akibat kecelakaan.
Proyek tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dosen BINUS ASO, Yosica Mariana, bersama mahasiswa. Inovasi ini memperlihatkan bagaimana pengetahuan teknik dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan seseorang dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Pengembangan teknologi bantu seperti tangan prostetik membutuhkan pemahaman mengenai desain, mekanisme gerak, serta kebutuhan pengguna. Karena itu, proyek semacam ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi, fungsi produk, dan manfaat sosial.
Contoh tersebut menggambarkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek dapat menghubungkan teori di kelas dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
6. Mengembangkan Robot Berbasis Kecerdasan Buatan
Selain tangan prostetik, BINUS ASO juga mengembangkan Mirai, robot berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Robot tersebut dirancang untuk membantu kegiatan penerimaan mahasiswa dan memberikan informasi mengenai lingkungan kampus. Mirai dapat menjawab pertanyaan melalui percakapan suara berbasis AI, mendukung kegiatan tur kampus, serta digunakan dalam pameran pendidikan.
Menurut publikasi BINUS, Mirai juga dilengkapi kemampuan mengenali dan mengikuti posisi manusia, pemetaan dan navigasi, serta navigasi otonom.
Pengembangan robot ini menjadi contoh pemanfaatan robotika dan AI dalam lingkungan pendidikan. Mahasiswa dapat melihat bagaimana berbagai bidang teknik bekerja bersama untuk membangun sistem yang mampu berinteraksi dengan manusia dan menjalankan fungsi tertentu. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
7. Kolaborasi Pendidikan Indonesia dan Jepang
BINUS ASO School of Engineering dikembangkan melalui kolaborasi antara BINUS dan ASO College Group dari Jepang.
Kerja sama tersebut memadukan pengalaman pendidikan BINUS dengan pendekatan pembelajaran teknik Jepang yang menekankan ketelitian, kedisiplinan, keterampilan menghasilkan karya, dan perbaikan berkelanjutan.
Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti mata kuliah atau program pembelajaran secara langsung di Jepang sesuai program yang tersedia. Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengenal perkembangan teknologi, budaya kerja, dan praktik rekayasa di lingkungan internasional.
Kolaborasi ini diharapkan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
8. Kampus Baru Diharapkan Memperkuat Hubungan dengan Industri
Lokasi kampus di KEK D-HUB BSD menjadi salah satu faktor yang mendukung rencana pengembangan kerja sama antara pendidikan tinggi dan dunia industri.
Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof. Fergyanto E. Gunawan, menyampaikan bahwa keberadaan berbagai perusahaan di sekitar kawasan tersebut membuka peluang kemitraan antara universitas dan industri.
Kolaborasi dapat mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan proyek, serta pengenalan mahasiswa terhadap kebutuhan dunia kerja. Namun, bentuk dan pelaksanaan setiap kerja sama tetap bergantung pada program yang disepakati oleh pihak kampus dan mitra terkait.
Melalui pendekatan tersebut, BINUS ASO berharap dapat mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya menguasai teori teknik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk mengembangkan solusi dan inovasi. <Cite refs={[“turn668284search1”]}/>
Kesimpulan
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di KEK D-HUB BSD, Tangerang, pada 19 Oktober 2026. Kampus delapan lantai tersebut diresmikan ketika jumlah mahasiswa aktif mencapai sekitar 400 orang dan menerima 112 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Kampus ini mendukung tiga program studi, yaitu Automotive and Robotics Engineering, Product Design Engineering, dan Business Engineering. Fasilitasnya mencakup laboratorium, ruang pembelajaran modern, serta area kolaborasi untuk menunjang praktik dan pengembangan inovasi.
Melalui kolaborasi pendidikan Indonesia–Jepang, pengembangan proyek seperti tangan prostetik dan robot AI, serta kedekatan dengan lingkungan industri, BINUS ASO berupaya mempersiapkan calon insinyur yang mampu menerapkan ilmu teknik untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.










