Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan laporan riset dan dokumen panduan menuju kampus nol emisi atau Net Zero Campus pada Selasa, 20 Oktober 2026. Panduan ini disiapkan untuk membantu perguruan tinggi di Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca melalui langkah yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing kampus.
Panduan tersebut merupakan hasil kajian bersama Climateworks Centre dan The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Inisiatif ini juga sejalan dengan target Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Dokumen Net Zero on Campus dapat diakses secara daring melalui laman Sustainable Development Solutions Network (SDSN). Kampus dapat memanfaatkan panduan tersebut sebagai acuan untuk merancang program keberlanjutan lingkungan secara bertahap. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
1. Panduan Nol Emisi untuk Perguruan Tinggi Indonesia
Peluncuran panduan Net Zero Campus menjadi salah satu upaya mendorong perguruan tinggi berperan aktif dalam menghadapi perubahan iklim.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menjelaskan bahwa kampus memiliki peran penting sebagai contoh penerapan keberlanjutan. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran, tetapi juga dapat menerapkan praktik ramah lingkungan secara langsung.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan kinerja kampus berdampak yang mencakup tiga dimensi, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Melalui panduan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat mengembangkan program pengurangan emisi yang terukur dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
2. Cara Mengakses Panduan Net Zero Campus
Perguruan tinggi dan masyarakat yang ingin mempelajari panduan nol emisi kampus dapat mengaksesnya melalui internet.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi Net Zero on Campus.
- Cari dokumen panduan Net Zero on Campus yang tersedia pada laman tersebut.
- Baca materi mengenai strategi pengurangan emisi di lingkungan perguruan tinggi.
- Pelajari rekomendasi dan daftar periksa (checklist) yang tersedia.
- Sesuaikan langkah penerapan dengan kondisi, kebutuhan, serta kapasitas kampus masing-masing.
Panduan ini dirancang agar dapat digunakan oleh perguruan tinggi dengan karakteristik dan sumber daya yang berbeda. Untuk memperoleh dokumen atau informasi terbaru, pengguna dapat memeriksa langsung laman penyedia panduan tersebut. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
3. Enam Aspek yang Dibahas dalam Panduan
Panduan Net Zero on Campus memuat sejumlah pendekatan untuk membantu kampus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari.
Beberapa aspek yang dibahas meliputi:
- Energi: mendorong penggunaan energi secara efisien dan mengurangi pemborosan.
- Mobilitas ramah lingkungan: mendukung pilihan transportasi yang lebih rendah emisi bagi warga kampus.
- Fasilitas dan pengelolaan gedung: meningkatkan efisiensi operasional serta pengelolaan fasilitas kampus.
- Pengurangan limbah dan daur ulang: mengurangi sampah dan mendorong pemanfaatan kembali material.
- Rantai nilai: memperhatikan dampak lingkungan dari barang dan layanan yang digunakan kampus.
- Langkah keberlanjutan lainnya: menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan kemampuan setiap perguruan tinggi.
Penerapan setiap langkah dapat dilakukan secara bertahap. Kampus dapat memulai dari evaluasi penggunaan energi, pengelolaan sampah, dan kebiasaan mobilitas sebelum mengembangkan program yang lebih luas. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
4. Sekitar 200 Perguruan Tinggi Telah Terlibat dalam Pengelolaan Lingkungan
Kemdiktisaintek menyebut sekitar 200 perguruan tinggi telah terlibat dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan antara lain penerapan daur ulang dan ekonomi sirkular.
Program tersebut dapat membantu kampus mengurangi sampah sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Pengelolaan lingkungan yang baik juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila material yang sebelumnya menjadi limbah dapat digunakan kembali secara tepat.
Kemdiktisaintek turut mendorong agar pelaporan terkait lingkungan tidak menjadi beban administrasi tambahan bagi perguruan tinggi. Integrasi sistem pelaporan dinilai penting agar data yang dibutuhkan untuk evaluasi kinerja nasional dan pemeringkatan internasional dapat dikelola secara lebih efisien. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
5. Kampus Berperan Penting dalam Mencapai Target Nol Emisi 2060
Indonesia memiliki sekitar 4.000 perguruan tinggi dan 11 juta anggota sivitas akademika. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas praktik keberlanjutan melalui pendidikan, riset, dan penerapan teknologi.
Chairperson Purnomo Yusgiantoro Center sekaligus Dewan Pengawas Climateworks Centre, Filda Citra Yusgiantoro, menjelaskan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil tindakan langsung melalui efisiensi energi, pengelolaan gedung, dan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Penyusunan panduan ini juga mengambil pembelajaran dari praktik dekarbonisasi di Australia, termasuk inisiatif di Monash University. Dokumen tersebut disusun melalui kajian dan diskusi kelompok terarah bersama akademisi.
Dengan tersedianya panduan yang fleksibel, setiap perguruan tinggi diharapkan dapat menentukan prioritas berdasarkan kondisi operasional dan sumber daya yang dimiliki. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
6. Apa Arti Net Zero Emission?
Net Zero Emission atau nol emisi bersih merupakan kondisi ketika jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer diseimbangkan dengan jumlah yang dihilangkan dari atmosfer.
Untuk mencapai kondisi tersebut, pengurangan emisi tetap menjadi langkah penting. Upaya penyeimbangan emisi perlu disertai tindakan nyata untuk mengurangi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia.
Dalam konteks perguruan tinggi, langkah tersebut dapat dimulai dengan mengukur sumber emisi, meningkatkan efisiensi energi, memperbaiki pengelolaan limbah, dan mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Panduan Net Zero on Campus diharapkan membantu kampus menerjemahkan tujuan keberlanjutan menjadi program yang lebih terarah dan dapat dievaluasi secara berkala. <Cite refs={[“turn617494view0”]}/>
Kesimpulan
Kemdiktisaintek meluncurkan panduan Net Zero Campus untuk membantu perguruan tinggi di Indonesia menjalankan strategi pengurangan emisi. Panduan tersebut dapat diakses melalui unsdsn.org/net-zero-on-campus.
Materinya mencakup efisiensi energi, mobilitas ramah lingkungan, pengelolaan fasilitas, pengurangan limbah, daur ulang, dan rantai nilai. Dengan penerapan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi pada upaya menghadapi perubahan iklim dan mendukung target nol emisi bersih Indonesia pada 2060.










