Kehujanan hingga rambut dan pakaian basah kuyup sering dianggap sebagai penyebab flu, demam, hingga sakit kepala. Namun, apakah air hujan benar-benar bisa membuat seseorang jatuh sakit?
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Widya Khairunnisa, menjelaskan bahwa hujan atau rambut basah bukan penyebab langsung seseorang terkena flu. Flu dan common cold merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus.
Meski demikian, kehujanan dalam waktu lama tetap perlu diperhatikan. Paparan suhu dingin dapat menyebabkan tubuh menggigil dan merasa tidak nyaman. Selain itu, kualitas air hujan juga perlu dipertimbangkan karena dapat mengandung partikel debu, polutan udara, dan mikroorganisme.
Karena itu, setelah kehujanan, masyarakat disarankan membilas tubuh dan rambut menggunakan air bersih serta segera mengeringkan diri. <Cite refs={[“turn711806search10”]}/>
1. Apakah Kehujanan Bisa Menyebabkan Flu?
Anggapan bahwa kehujanan secara langsung menyebabkan flu masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, menurut dr. Widya Khairunnisa, flu dan common cold disebabkan oleh infeksi virus, bukan semata-mata karena tubuh terkena air hujan.
Artinya, seseorang tidak otomatis terkena flu hanya karena rambut atau pakaiannya basah. Namun, paparan udara dingin dapat menimbulkan respons tertentu pada tubuh dan memengaruhi kenyamanan serta kondisi saluran pernapasan.
Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dapat menyempit untuk membantu mempertahankan panas tubuh. Respons ini dapat menyebabkan seseorang menggigil dan merasa tidak nyaman.
Udara dingin juga dapat memengaruhi lapisan lendir pada hidung dan saluran pernapasan, termasuk mekanisme alami tubuh untuk membersihkan lendir dan kuman.
Karena itu, penting untuk membedakan antara efek paparan dingin dan infeksi yang disebabkan oleh virus. <Cite refs={[“turn711806search10”]}/>
2. Air Hujan Bisa Mengandung Debu dan Polutan
Selain suhu dingin, kualitas air hujan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Selama berada di atmosfer, air hujan dapat berinteraksi dengan debu, polutan udara, mikroorganisme, dan berbagai zat lainnya.
Partikel tersebut berpotensi menempel pada rambut dan kulit kepala ketika seseorang kehujanan. Dalam kondisi tertentu, paparan polutan dapat memicu iritasi atau peradangan, meskipun bukti penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas.
Oleh sebab itu, masyarakat disarankan tidak membiarkan rambut basah akibat air hujan terlalu lama, terutama setelah terpapar hujan di lingkungan dengan tingkat debu dan polusi yang tinggi.
Membilas rambut dengan air bersih dapat membantu menghilangkan partikel yang menempel. Jika diperlukan, gunakan sampo lembut untuk membersihkan rambut dan kulit kepala.
3. Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kehujanan?
Setelah kehujanan hingga basah kuyup, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan tubuh.
1. Segera berteduh dan ganti pakaian
Jika masih berada di luar ruangan, cari tempat berteduh. Setelah sampai di tempat yang aman, ganti pakaian basah dengan pakaian kering agar tubuh lebih nyaman.
2. Bilas tubuh dan rambut dengan air bersih
Bilas rambut dan kulit kepala menggunakan air bersih untuk membantu menghilangkan debu atau partikel yang mungkin terbawa air hujan.
3. Keringkan rambut
Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan rambut. Jika rambut terkena hujan dalam waktu lama atau berada di lingkungan berpolusi, mencuci rambut dengan sampo lembut dapat membantu membersihkannya.
4. Jaga tubuh tetap hangat
Gunakan pakaian kering dan berada di tempat yang hangat jika tubuh terasa dingin. Istirahatlah apabila merasa lelah setelah beraktivitas di tengah hujan.
5. Perhatikan kondisi tubuh
Jika muncul gejala yang mengganggu, seperti demam tinggi, sesak napas, atau kondisi yang semakin memburuk, segera cari bantuan medis.
Langkah-langkah tersebut membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan setelah kehujanan, tetapi tidak menjamin seseorang terbebas dari infeksi virus.
4. Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?
Meskipun kehujanan tidak otomatis menyebabkan infeksi, paparan suhu dingin dapat memicu atau memperburuk gejala pada orang tertentu.
Dr. Widya Khairunnisa menyebutkan bahwa orang yang sedang demam, sangat lelah, mengalami infeksi saluran pernapasan, atau memiliki asma dan rinitis perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh saat terpapar udara dingin.
Pada orang yang memiliki asma atau rinitis, udara dingin dapat memicu gejala saluran pernapasan. Karena itu, mereka perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan dan menghindari paparan dingin yang memicu keluhan.
Apabila memiliki kondisi kesehatan tertentu, ikuti saran tenaga medis mengenai cara menjaga kondisi tubuh dan menangani gejala yang muncul.
5. Benarkah Rambut Basah Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?
Rambut basah setelah kehujanan sering dikaitkan dengan sakit kepala. Namun, rambut basah itu sendiri tidak selalu menjadi penyebab langsung sakit kepala.
Paparan dingin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Sementara itu, sakit kepala bisa dipengaruhi berbagai faktor, seperti kurang tidur, dehidrasi, kelelahan, atau kondisi kesehatan tertentu.
Jika mengalami sakit kepala setelah kehujanan, perhatikan gejala lain yang menyertai dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Beristirahat di tempat yang nyaman dapat membantu, tetapi sakit kepala yang berat, mendadak, atau disertai gejala serius perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
Kesimpulan
Kehujanan hingga basah kuyup tidak otomatis menyebabkan flu atau infeksi saluran pernapasan. Menurut dr. Widya Khairunnisa dari IPB University, flu disebabkan oleh virus, sedangkan paparan dingin dapat memengaruhi kenyamanan dan memicu gejala pada orang tertentu.
Kualitas air hujan juga perlu diperhatikan karena dapat membawa debu, polutan, dan mikroorganisme. Setelah kehujanan, masyarakat disarankan membilas tubuh dan rambut dengan air bersih, mengganti pakaian basah, serta segera mengeringkan rambut.
Orang yang memiliki asma, rinitis, sedang demam, atau mengalami infeksi saluran pernapasan perlu lebih berhati-hati terhadap paparan dingin. Jika muncul gejala berat atau kondisi memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga medis.










