Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru penyandang disabilitas mulai 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam.
Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan Inclusive Campus Implementation Academy: Seminar dan Workshop Kampus Inklusif, Akomodasi yang Layak dan Kesiapan Departemen Berbasis GEDSI dan Gender Action Plan yang berlangsung di Auditorium Gedung Research Center ITS pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi ITS, Imam Baihaqi, menjelaskan bahwa kampus menyiapkan sembilan departemen untuk menerima mahasiswa penyandang disabilitas tertentu pada 2027. Penerimaan direncanakan melalui jalur Mandiri Prestasi maupun Reguler.
Selain menyiapkan jalur penerimaan, ITS juga mendorong percepatan penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas, peningkatan kesiapan departemen, dan pengembangan layanan pembelajaran yang lebih inklusif. <Cite refs={[“turn180991search0″,”turn180991search1”]}/>
1. Daftar 9 Prodi ITS yang Disiapkan untuk Mahasiswa Disabilitas
Berikut sembilan departemen ITS yang disiapkan untuk menerima mahasiswa penyandang disabilitas mulai 2027.
| No. | Departemen atau program studi |
|---|---|
| 1 | Statistika |
| 2 | Biologi |
| 3 | Aktuaria |
| 4 | Studi Pembangunan |
| 5 | Manajemen Bisnis |
| 6 | Teknik Sistem dan Industri |
| 7 | Teknik Kelautan |
| 8 | Teknik Informatika |
| 9 | Perencanaan Wilayah dan Kota |
Daftar tersebut disampaikan ITS sebagai bagian dari persiapan penerimaan mahasiswa baru penyandang disabilitas. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa pengumuman penerimaan resmi untuk mengetahui ketentuan jenis disabilitas yang dapat difasilitasi, persyaratan akademik, serta mekanisme seleksi pada masing-masing departemen. <Cite refs={[“turn180991search0″,”turn180991search10”]}/>
2. Jalur Masuk Mahasiswa Disabilitas ITS Tahun 2027
ITS merencanakan penerimaan mahasiswa baru penyandang disabilitas melalui dua jalur, yaitu Mandiri Prestasi dan Reguler.
Kedua jalur tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kesempatan bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Namun, informasi mengenai jadwal, dokumen yang harus disiapkan, ketentuan akademik, dan mekanisme akomodasi perlu menunggu pengumuman resmi penerimaan mahasiswa baru ITS untuk tahun 2027.
Calon mahasiswa dan keluarga disarankan memantau informasi melalui situs resmi ITS agar memperoleh informasi yang sesuai dengan ketentuan terbaru.
3. ITS Percepat Penyediaan Fasilitas Kampus Inklusif
Persiapan penerimaan mahasiswa disabilitas tidak hanya berkaitan dengan proses seleksi. Kampus juga perlu memastikan lingkungan fisik, sistem pembelajaran, dan layanan akademik dapat mendukung kebutuhan mahasiswa.
Dalam kegiatan Inclusive Campus Implementation Academy, ITS membahas enam bidang aksi GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), yaitu:
- Akses dan pengakuan yang setara.
- Fondasi kelembagaan.
- Penguatan kapasitas dan kesadaran.
- Kemitraan dan pembelajaran.
- Audit kampus inklusif.
- Tindak lanjut pelaksanaan program.
Enam bidang aksi tersebut menjadi kerangka untuk memperkuat kesiapan institusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. Kesiapan kampus perlu mencakup kebijakan, sumber daya manusia, fasilitas, dan layanan yang dapat diakses mahasiswa. <Cite refs={[“turn180991search0”]}/>
4. Penyesuaian Pembelajaran dan Layanan Pendampingan
Direktur Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran ITS, Prof. Aulia Siti Aisjah, menjelaskan bahwa kampus juga menyiapkan penyesuaian kurikulum dan pembekalan bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Rencana layanan tersebut mencakup pendamping atau buddy bagi mahasiswa disabilitas. ITS juga merencanakan penyesuaian akademik, termasuk pengaturan khusus saat ujian tengah semester dan ujian akhir semester bagi mahasiswa yang memerlukan akomodasi.
Selain itu, mahasiswa dapat mengisi formulir khusus untuk menyampaikan kebutuhan pendampingan selama proses pembelajaran.
Penyesuaian ini penting karena kebutuhan setiap mahasiswa disabilitas dapat berbeda. Dukungan akademik yang sesuai membantu mahasiswa mengikuti perkuliahan, mengakses materi, dan berpartisipasi dalam kegiatan kampus. <Cite refs={[“turn180991search13”]}/>
5. Teknologi Bantu untuk Mendukung Mahasiswa Disabilitas
Teknologi bantu dapat berperan dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Contohnya meliputi perangkat lunak pembaca layar, dokumen digital yang aksesibel, serta teknologi yang mendukung akses informasi dan komunikasi.
Tim Ahli Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Rofah, menyoroti bahwa ketersediaan teknologi bantu masih menjadi tantangan dalam pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui pengembangan riset dan teknologi, ITS diharapkan dapat ikut mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. Teknologi perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna agar benar-benar membantu mahasiswa mengakses materi perkuliahan dan menjalankan aktivitas akademik secara mandiri. <Cite refs={[“turn180991search0”]}/>
6. Membangun Kampus yang Inklusif dan Ramah Disabilitas
Penerimaan mahasiswa disabilitas memerlukan dukungan dari seluruh komunitas kampus, bukan hanya dari pengelola program studi.
Kampus inklusif perlu menyediakan lingkungan yang aman, fasilitas yang dapat diakses, kebijakan yang mendukung, serta budaya akademik yang menghargai perbedaan. Dosen dan tenaga kependidikan juga perlu memahami cara memberikan akomodasi yang layak sesuai kebutuhan mahasiswa.
ITS telah menyatakan komitmen untuk mengembangkan layanan disabilitas melalui penguatan kebijakan, infrastruktur, serta kesiapan akademik. Upaya tersebut juga mencakup evaluasi fasilitas dan peningkatan kapasitas warga kampus.
Dengan persiapan yang terencana, perguruan tinggi dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan dukungan agar mahasiswa disabilitas mampu mengikuti kegiatan akademik secara optimal. <Cite refs={[“turn180991search13″,”turn180991search15″,”turn180991search16”]}/>
Kesimpulan
ITS Surabaya menyiapkan sembilan departemen untuk menerima mahasiswa penyandang disabilitas mulai 2027 melalui jalur Mandiri Prestasi dan Reguler. Departemen yang disiapkan meliputi Statistika, Biologi, Aktuaria, Studi Pembangunan, Manajemen Bisnis, Teknik Sistem dan Industri, Teknik Kelautan, Teknik Informatika, serta Perencanaan Wilayah dan Kota.
Persiapan ini mencakup penyediaan fasilitas inklusif, penyesuaian pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan teknologi bantu. Calon mahasiswa disarankan memantau pengumuman resmi ITS untuk memperoleh informasi terbaru mengenai persyaratan, jenis disabilitas yang dapat difasilitasi, jadwal, dan mekanisme penerimaan 2027.










