Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, evaluasi kabinet kembali menjadi sorotan. Kali ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ikut mendapat desakan untuk dievaluasi hingga diganti dari jabatannya di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam debat terbuka mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026), Direktur CELIOS, Nailul Huda, menilai sejumlah menteri perlu dievaluasi karena dinilai belum mampu menerjemahkan kebijakan Presiden. Ia menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai nama yang perlu dipertimbangkan untuk di-reshuffle.
“Kita sampaikan di sini Bang, itu Bang Bahlil dan juga Bang Raja Juli dan sebagainya itu dievaluasi dan memang harus segera di-reshuffle,” kata Huda.
Sorotan terhadap Raja Juli juga muncul di tengah persoalan karhutla yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat. Bahkan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman, disebut turut menyuarakan protes terkait dampak karhutla di Indonesia hingga menyerukan boikot.
Desakan pencopotan juga datang dari Gebrakan Warga Sipil (GWS), gabungan The Kuningan Initiative (TKI), Indonesian Strategic Watch (ISW), dan Institute Marhaenisme 27 (IM27). Pada 15 Oktober 2026, kelompok ini menyurati Presiden Prabowo agar Raja Juli dicopot dari jabatan Menteri Kehutanan.
GWS menilai karhutla mengancam kesehatan masyarakat, merusak lingkungan, mengganggu mata pencaharian, serta berkaitan dengan persoalan hak asasi manusia (HAM).
“Karhutla harus ditempatkan sebagai persoalan hukum dan HAM. Hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat dijamin oleh konstitusi, sehingga perlindungan lingkungan bukan sekadar pilihan kebijakan pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif TKI, Ganda M. Sihite, S.H., dikutip Kamis (15/10/2026).
Desakan tersebut menjadi bagian dari kritik terhadap penanganan karhutla dan tuntutan evaluasi kinerja kabinet. Namun, hingga informasi ini disampaikan, desakan pencopotan tersebut bukan berarti keputusan reshuffle terhadap Raja Juli telah diumumkan.





