Listrik masih padam bergilir, antrean BBM terjadi di sejumlah daerah. Kini, kritik terhadap kinerja menteri datang dari internal partai pendukung pemerintah sendiri.
Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, mempertanyakan persoalan listrik dan BBM yang masih terjadi di berbagai daerah. Hal itu disampaikannya dalam debat terbuka 2 Tahun Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
“Masa dibiarkan listrik misalnya padam, menyala bergilir di berbagai daerah. Masa dibiarkan antrean BBM terjadi di beberapa daerah,” kata Kamrussamad.
Ia menilai kementerian yang bertanggung jawab atas kebutuhan dasar masyarakat perlu dievaluasi jika persoalan tersebut tak kunjung terselesaikan.
“Berarti kementerian yang bertanggung jawab terhadap keperluan hajat hidup orang banyak harus dievaluasi. Siapa menterinya?” ujarnya.
Pernyataan tersebut ditanggapi Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai salah satu pejabat yang perlu dievaluasi, bahkan di-reshuffle.
“Tadi saya sangat senang sekali Bang Kamrussamad menyampaikan bahwa menteri yang memang dia tidak kompeten itu harus dievaluasi. Bahkan harus di-reshuffle. Makanya kita melihat ada banyak sekali menteri yang tidak bisa menerjemahkan. Misalkan saja kalau kita lihat dari Bahlil Lahadalia,” tutur Huda.
Sorotan juga mengarah pada rangkap jabatan Bahlil sebagai Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Kamrussamad menilai rangkap jabatan yang berlangsung terlalu lama dapat memengaruhi produktivitas penyelesaian masalah.
“Dan menurut saya, saya potong sedikit ya, Kang Huda, nggak boleh terlalu lama rangkap jabatan. Karena itu akan mengurangi kualitas produktivitas penyelesaian masalah,” tegasnya.
Padahal, menurut Kamrussamad, pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 triliun setiap tahun untuk subsidi dan kompensasi energi serta pangan.
“Padahal subsidi kompensasi setiap tahun kita sudah alokasikan lebih dari 500 triliun di dalam APBN kita untuk kebutuhan energi dan pangan,” ungkap dia.
Huda juga meminta evaluasi terhadap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
“Makanya kita sampaikan di sini Bang, itu Bang





