Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka pendaftaran Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional 2026 bagi mahasiswa dari sembilan program studi bidang kesehatan. Program ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan tenaga kesehatan yang dibutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
Pendaftaran beasiswa dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Bantuan yang diberikan mencakup biaya pendidikan, uang kuliah per semester, biaya hidup, biaya operasional, serta biaya penunjang penelitian atau tugas akhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini juga memiliki kewajiban pengabdian setelah penerima menyelesaikan pendidikan. Karena itu, calon pendaftar perlu memahami persyaratan, cakupan bantuan, dan ketentuan penempatan sebelum mengajukan permohonan. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
1. Apa Itu Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026?
Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional merupakan program bantuan pendidikan dari Kemenkes untuk mendukung ketersediaan tenaga kesehatan pada bidang yang menjadi prioritas nasional.
Bantuan ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga radiografer, pranata laboratorium kesehatan, terapis gigi dan mulut, tenaga kefarmasian, serta fisikawan medik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
Penerima beasiswa nantinya wajib menjalani masa pengabdian di puskesmas atau rumah sakit sesuai penetapan prioritas nasional Kemenkes.
Masa pengabdian minimal tiga tahun berlaku bagi penempatan di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan (DTPK), dan daerah bermasalah kesehatan (DBK). Sementara itu, penempatan di wilayah selain DTPK atau DBK memiliki masa pengabdian minimal empat tahun. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
2. Daftar 9 Program Studi yang Bisa Mendaftar
Berikut sembilan program studi yang menjadi sasaran Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026.
A. Tenaga radiografer
- D3 Radiologi.
- D4 Teknologi Radiologi Pencitraan.
B. Pranata laboratorium kesehatan
- D3 Teknologi Laboratorium Medis.
- D4 Teknologi Laboratorium Medis.
C. Terapis gigi dan mulut
- D3 Kesehatan Gigi.
- D4 Terapi Gigi dan Mulut.
D. Tenaga kefarmasian
- D3 Farmasi.
- S1 Farmasi dengan pendidikan profesi apoteker.
Untuk program S1 Farmasi, masa pendidikan yang ditentukan adalah delapan semester ditambah dua semester pendidikan profesi.
E. Fisikawan medik
- S1 Fisika dengan peminatan fisika medis dan pendidikan profesi fisikawan medis.
Program ini memiliki masa pendidikan delapan semester ditambah dua semester pendidikan profesi.
Kemenkes menegaskan bahwa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan kelas internasional tidak termasuk sasaran beasiswa. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
3. Apa Saja Komponen Beasiswa yang Ditanggung?
Beasiswa ini menyediakan bantuan biaya pendidikan dan sejumlah biaya pendukung selama masa studi. Komponen bantuan yang tercantum meliputi:
- Biaya Operasional Pendidikan (BOP), SPI, atau IPI: dibayarkan satu kali sejak semester pertama langsung kepada perguruan tinggi.
- UKT atau SPP: dibayarkan setiap semester kepada perguruan tinggi sesuai ketentuan institusi.
- Biaya hidup dan operasional: diberikan setiap semester kepada penerima beasiswa.
- Uang buku dan referensi: termasuk dalam komponen bantuan pendukung yang diberikan kepada penerima.
- Biaya penelitian atau tugas akhir: diberikan satu kali selama masa pendidikan untuk menunjang penyelesaian penelitian, tugas akhir, atau skripsi.
Besaran nominal setiap komponen perlu diperiksa melalui petunjuk teknis dan informasi resmi Kemenkes. Calon pendaftar sebaiknya tidak mengasumsikan bahwa seluruh biaya tambahan di luar komponen yang ditentukan otomatis ditanggung oleh program. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
4. Syarat Pendaftaran Beasiswa Afirmasi Nakes 2026
Calon penerima beasiswa harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kemenkes. Berikut persyaratan utamanya:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Memiliki ijazah atau latar belakang pendidikan SMA, MA, SMK, atau sederajat.
- Tidak berstatus ASN, baik PNS maupun PPPK, anggota TNI/Polri, atau pegawai tetap, kontrak, maupun honorer pada fasilitas pelayanan kesehatan atau instansi pemerintah maupun swasta.
- Berstatus sebagai mahasiswa baru kelas reguler semester gasal tahun akademik 2026/2027 pada program studi prioritas, atau mahasiswa yang memiliki sisa masa studi minimal dua semester sesuai masa tempuh kurikulum.
- Bukan mahasiswa kelas internasional, alih jenjang, RPL, atau PJJ.
- Berbadan sehat dan bebas narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium resmi.
- Memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang dapat dibuktikan melalui aplikasi Mobile JKN saat seleksi.
- Tidak sedang menerima atau akan menerima bantuan pendidikan lain yang berpotensi menimbulkan pendanaan ganda.
- Memiliki izin tertulis dari orang tua, wali, suami, atau istri untuk mengikuti pendidikan dan menjalani pengabdian.
- Bersedia menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan menjalani masa pengabdian sesuai penetapan Kemenkes.
Selain itu, penerima beasiswa tidak diperbolehkan berpindah program studi atau institusi selama menerima bantuan. Penerima juga dilarang bekerja atau terikat hubungan kerja dengan instansi maupun lembaga mana pun selama masa penerimaan beasiswa.
Penerima yang telah ditetapkan melalui surat keputusan tidak diperbolehkan mengundurkan diri. Khusus mahasiswa S1 Farmasi dan Fisika peminatan fisika medis, pendidikan profesi wajib dilanjutkan dan diselesaikan pada institusi yang sama. Penerima juga wajib mengikuti uji kompetensi dan mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) setelah menyelesaikan pendidikan. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
5. Jadwal Beasiswa Afirmasi Nakes Prioritas Nasional 2026
Berikut jadwal seleksi yang diumumkan untuk program beasiswa Kemenkes 2026.
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | Hingga 30 Oktober 2026 |
| Verifikasi dan validasi oleh dinas kesehatan provinsi | 26 Oktober–3 November 2026 |
| Validasi berkas oleh panitia seleksi pusat Kemenkes | 2–4 November 2026 |
| Verifikasi dokumen oleh institusi pendidikan | 4–6 November 2026 |
| Pengumuman hasil seleksi administrasi | 9 November 2026 |
| Tes wawancara | 10–13 November 2026 |
| Pengumuman hasil akhir | 17 November 2026 |
Jadwal tersebut mengacu pada informasi yang dipublikasikan detikEdu. Pendaftar sebaiknya memantau laman resmi untuk mengetahui jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan seleksi. <Cite refs={[“turn111882view0”]}/>
6. Cara Mendaftar Beasiswa Kemenkes 2026
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat mencari informasi dan mengikuti proses pendaftaran melalui laman resmi Sistem Informasi Beasiswa Kesehatan (SIBK) Kemenkes.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Buka laman resmi SIBK Kemenkes.
- Cari informasi Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional 2026.
- Baca petunjuk teknis untuk memastikan program studi dan status mahasiswa sesuai dengan kriteria.
- Siapkan dokumen persyaratan, termasuk dokumen pendidikan, kesehatan, kepesertaan BPJS Kesehatan, serta izin tertulis yang diwajibkan.
- Ikuti petunjuk pengisian dan pengunggahan dokumen pada sistem pendaftaran.
- Pantau pengumuman hasil verifikasi administrasi, jadwal wawancara, dan hasil akhir seleksi.
Pastikan seluruh informasi dan dokumen yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Persyaratan lengkap dan petunjuk teknis resmi menjadi acuan utama dalam proses pendaftaran.
Kesimpulan
Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional 2026 dari Kemenkes menyasar mahasiswa pada sembilan program studi bidang radiologi, laboratorium medis, kesehatan gigi, farmasi, dan fisika medis.
Bantuan mencakup biaya pendidikan, UKT atau SPP, biaya hidup, buku dan referensi, serta biaya penelitian atau tugas akhir sesuai ketentuan program. Penerima juga harus bersedia menjalani pengabdian minimal tiga atau empat tahun, bergantung pada lokasi penempatan.
Pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 30 Oktober 2026. Mahasiswa yang berminat perlu segera memeriksa persyaratan dan petunjuk teknis melalui laman resmi SIBK Kemenkes sebelum mengajukan permohonan.





