Di tengah kondisi konflik yang masih berlangsung dan keterbatasan fasilitas akibat kerusakan infrastruktur, anak-anak di Jalur Gaza kembali melanjutkan aktivitas pendidikan mereka di tenda-tenda darurat. Salah satu lokasi kegiatan belajar mengajar tersebut berlangsung di wilayah Beit Lahiya, Gaza Utara, yang berada tidak jauh dari garis militer Israel.
Sekolah darurat ini didirikan sebagai upaya untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meski bangunan sekolah formal rusak atau tidak dapat digunakan. Tenda-tenda sederhana yang beralas tanah dan beratapkan terpal menjadi ruang kelas sementara bagi ratusan siswa dari berbagai jenjang usia.
Proses pembelajaran berlangsung dengan segala keterbatasan. Anak-anak duduk berdesakan di bangku seadanya, sebagian lainnya menggelar alas di lantai tenda. Perlengkapan belajar seperti buku tulis, alat tulis, dan papan tulis sangat terbatas. Namun demikian, semangat belajar para siswa tetap terlihat jelas, meski aktivitas pendidikan berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan dan ancaman keamanan.
Para guru yang mengajar di tenda darurat tersebut tetap berupaya memberikan pelajaran secara maksimal. Mereka tidak hanya mengajarkan mata pelajaran dasar, tetapi juga berusaha memberikan dukungan psikososial kepada para siswa yang terdampak konflik. Bagi anak-anak Gaza, sekolah darurat ini menjadi ruang aman sementara untuk belajar, bermain, dan melupakan trauma yang mereka alami.
Keberadaan garis militer Israel di sekitar wilayah Beit Lahiya menambah rasa waswas dalam setiap kegiatan belajar. Suara pesawat, kendaraan militer, dan situasi keamanan yang tidak menentu kerap mengganggu proses pembelajaran. Meski demikian, kegiatan sekolah tetap dijalankan sebagai simbol ketahanan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Pendidikan di tenda darurat ini juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemanusiaan yang menyediakan bantuan berupa perlengkapan belajar, logistik, serta dukungan bagi para tenaga pendidik. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak Gaza di tengah situasi darurat yang berkepanjangan.
Melalui keberlanjutan kegiatan belajar di tenda darurat Beit Lahiya, masyarakat Gaza menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, meskipun berada dalam kondisi yang sangat sulit. Sekolah darurat ini menjadi simbol harapan, keteguhan, dan perjuangan anak-anak Gaza untuk meraih masa depan yang lebih baik di tengah bayang-bayang konflik.


































