Dalam upaya memperkuat peran strategis Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru BK Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang GTK & PMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Permana, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas pendidik serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berpihak pada peserta didik. Dilaksanakan selama 3 Hari di Sekolah SMPN 1 Cikarang Selatan
Bimbingan teknis ini menghadirkan materi penting terkait implementasi Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar Tenaga Kependidikan dan Ekosistem Aman, serta penguatan peran Guru BK dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan pendidikan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai anatomi bullying di SMP, teknik asesmen kebutuhan dan pemetaan titik rawan perundungan di sekolah, hingga manajemen stres, resiliensi, dan etika profesi Guru BK dalam menangani kasus sensitif maupun traumatik.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BBGTK Provinsi Jawa Barat, yaitu:
🔹 Nina Ratna Suminar, S.Sos., M.Si
🔹 Musyarofah, S.Pd., M.Si
Turut memberikan arahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman, sekaligus memperkenalkan aplikasi SI GETAK (Cegah Tangani Kekerasan), sebuah aplikasi mobile/web sebagai sarana pengaduan bagi satuan pendidikan dan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Guru BK semakin siap menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Karena setiap anak berhak belajar di tempat yang membuatnya merasa aman, dihargai, dan didampingi









