JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam proses pendidikan anak. Selain mengembangkan kreativitas, seni juga membantu anak mengenal dirinya sendiri, memahami lingkungan sekitar, serta membangun cara pandang yang lebih luas terhadap dunia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq saat membuka pameran lukisan bertajuk “Anak Dalam Lintasan Waktu” di Jakarta. Pameran tersebut menampilkan karya para seniman tentang anak serta karya anak-anak yang menggambarkan dunia mereka melalui imajinasi dan pengalaman sehari-hari.
Menurut Fajar, pengenalan seni sejak usia dini merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang utuh. Melalui seni, anak-anak belajar mengasah pengalaman estetis, mengembangkan daya imajinasi, serta memahami berbagai aspek kehidupan yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran akademik semata.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan intelektual. Anak juga perlu diberikan ruang untuk berkreasi, berekspresi, dan membangun pemahaman terhadap dirinya sendiri. Seni menjadi sarana yang efektif untuk mendukung perkembangan tersebut secara menyeluruh.
Selain mendukung kreativitas, seni juga berperan dalam membangun kesejahteraan psikologis anak. Melalui aktivitas berkesenian, anak dapat mengekspresikan perasaan, pengalaman, dan gagasannya secara positif sehingga membantu perkembangan emosional yang sehat.
Kemendikdasmen menilai bahwa karya seni anak tidak sekadar menunjukkan kemampuan menggambar atau melukis. Di balik setiap karya, terdapat cara pandang anak terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, serta berbagai pengalaman yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Pameran yang mempertemukan karya seniman dewasa dan anak-anak juga dinilai mampu menciptakan dialog kreatif antargenerasi. Pertukaran ide dan imajinasi tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan baru yang memperkaya proses belajar sekaligus memperkuat apresiasi terhadap seni dan budaya.
Melalui pendekatan pendidikan yang lebih holistik, Kemendikdasmen berharap seni dapat terus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, anak-anak Indonesia tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga berkembang secara emosional, kreatif, dan berkarakter kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.









