PURWAKARTA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Purwakarta resmi dimulai. Tahapan pertama dibuka melalui Jalur Afirmasi yang berlangsung pada 9 hingga 10 Juni 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu serta penyandang disabilitas.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan kuota Jalur Afirmasi sebesar 20 persen dari total daya tampung peserta didik baru. Peserta yang mendaftar melalui jalur ini wajib melengkapi dokumen pendukung, seperti kartu kepesertaan program bantuan pemerintah bagi keluarga kurang mampu atau dokumen resmi yang membuktikan status penyandang disabilitas.
Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah, proses pendaftaran pada hari pertama berjalan lancar. Karena sistem pendaftaran dilakukan secara online, sebagian besar calon peserta didik melakukan pendaftaran dari rumah. Kehadiran orang tua ke sekolah umumnya bertujuan untuk memastikan kelengkapan dan validasi dokumen yang telah diunggah ke sistem.
Panitia SPMB di sekolah juga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh calon peserta didik dapat mengikuti tahapan pendaftaran sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala SMP Negeri 5 Purwakarta, Neneng Patimah, menyampaikan bahwa sekolahnya membuka sembilan rombongan belajar dengan daya tampung sebanyak 324 siswa. Ia berharap seluruh jalur penerimaan dapat berjalan lancar dan mampu menjaring peserta didik yang berprestasi serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
Setelah Jalur Afirmasi, tahapan SPMB akan dilanjutkan dengan Jalur Mutasi pada 11–12 Juni 2026, Jalur Prestasi pada 17–19 Juni 2026, dan Jalur Domisili pada 22–29 Juni 2026. Sementara itu, sekolah swasta membuka jalur mandiri sepanjang periode pelaksanaan SPMB.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal dan menggunakan informasi resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta guna menghindari kesalahan informasi.
Melalui sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis digital, pemerintah berharap proses penerimaan murid baru dapat berlangsung lebih mudah, cepat, dan memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh calon peserta didik di Kabupaten Purwakarta.









