Jakarta – Para arkeolog menemukan 23 gambar kapal kuno yang diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun di situs Kition Kathari, Siprus. Gambar-gambar tersebut berupa ukiran atau goresan pada permukaan batu sebuah kompleks kuil dari Zaman Perunggu.
Temuan ini terungkap setelah para peneliti melakukan pemindaian laser beresolusi tinggi pada 2024. Teknologi tersebut memungkinkan permukaan batu direkam secara detail dan direkonstruksi dalam bentuk tiga dimensi. Cara ini membantu peneliti menemukan ukiran yang sangat samar dan sulit dilihat dengan mata telanjang akibat erosi selama ribuan tahun.
Situs Kition Kathari berada di kawasan Kition, sebuah kota kuno di pesisir selatan Siprus. Kompleks tersebut terdiri atas sejumlah bangunan kuil dan telah menjadi lokasi penelitian arkeologi sejak penggalian dimulai pada 1959.
Sebelum penelitian terbaru, para arkeolog telah mengetahui 19 gambar kapal pada sisi selatan Temple 1 dan dua gambar lainnya di altar Temple 4. Pemindaian terbaru kemudian mengungkap 23 gambar kapal tambahan yang sebelumnya tidak dikenali.
Gambar-gambar tersebut memperlihatkan beragam bentuk kapal yang memiliki kemiripan dengan tradisi pembuatan kapal di kawasan Mediterania Timur. Para peneliti mengelompokkannya ke dalam enam kategori berdasarkan bentuk dan karakteristik kapal, termasuk pengaruh dari kawasan Levant dan Aegea serta ciri khas lokal Siprus.
Menariknya, ukiran kapal tersebut ternyata tidak dibuat pada waktu yang sama. Berdasarkan konteks lapisan bangunan dan perbandingan bentuk kapal, para peneliti memperkirakan tradisi membuat grafiti tersebut berlangsung selama sekitar 300 tahun, dari akhir Zaman Perunggu hingga awal Zaman Besi.
Salah satu temuan yang menarik terdapat pada batu perbaikan yang ditambahkan sekitar 150 tahun setelah dinding utama kuil dibangun. Batu tersebut juga memiliki gambar kapal, menunjukkan bahwa kebiasaan mengukir gambar kapal terus berlangsung setelah pembangunan awal kuil.
Tujuan sebenarnya dari pembuatan grafiti tersebut masih belum dapat dipastikan. Namun, para peneliti menilai gambar-gambar kapal itu memberikan informasi penting mengenai hubungan masyarakat Kition dengan dunia maritim Mediterania serta perubahan yang terjadi pada masa transisi dari Zaman Perunggu ke Zaman Besi.
Hasil penelitian mengenai grafiti kapal Kition tersebut telah dipublikasikan dalam International Journal of Nautical Archaeology pada 2026. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana teknologi pemindaian digital dapat membantu mengungkap detail arkeologi yang sebelumnya tersembunyi akibat kerusakan dan erosi.








