Kemendikdasmen membuka akses belajar mandiri bagi guru SD yang mengajar Bahasa Inggris sebagai bagian dari strategi memperluas peningkatan kompetensi guru tanpa terkendala kuota dan lokasi pelatihan. Kebijakan ini secara khusus menyasar guru yang belum sempat mengikuti program pelatihan tatap muka atau pelatihan terstruktur sebelumnya, sehingga mereka tetap memiliki jalur resmi untuk mengembangkan kemampuan mengajar Bahasa Inggris.
Melalui program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI), kementerian menyiapkan materi dalam format modul, video, dan sumber belajar yang terintegrasi di Learning Management System (LMS) dan fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan. Guru dapat masuk ke platform, memilih topik yang dibutuhkan, lalu mempelajarinya secara bertahap sesuai waktu luang di sela kegiatan mengajar. Pendekatan ini diharapkan membuat peningkatan kompetensi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada workshop atau diklat yang sifatnya terbatas jumlah peserta.
Program ini dilaksanakan dengan melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah. Di Papua, misalnya, BGTK berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk menjaring guru SD yang ingin mengikuti penguatan kompetensi Bahasa Inggris, baik lewat pelatihan langsung maupun akses belajar mandiri. Data awal menunjukkan antusiasme guru di daerah ini cukup tinggi karena mereka melihat Bahasa Inggris sebagai kompetensi yang perlu diperkuat sejak jenjang dasar.
Testimoni juga datang dari guru-guru di daerah lain, seperti Gorontalo. Salah satu peserta menilai materi dalam program PKGSD MBI disusun runtut, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan. Hal ini membantu guru menerjemahkan konsep yang mereka pelajari menjadi aktivitas pembelajaran yang lebih praktis, komunikatif, serta sesuai dengan kemampuan siswa SD yang baru mengenal Bahasa Inggris.





































