Kepercayaan Masyarakat terhadap Pesantren di Bekasi Dinilai Masih Tinggi
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi, Ismail Anwar, mengungkapkan bahwa sebagian besar santri yang masuk pondok pesantren berasal dari dorongan dan keinginan orangtua.
Menurut Ismail, sekitar 60 persen santri mendaftar ke pondok pesantren karena keputusan keluarga yang ingin anak-anak mereka mendapatkan pendidikan berbasis agama dan karakter.
“Yang 60 persen murni keinginan orangtua agar anaknya masuk ponpes,” ujar Ismail kepada Radar Bekasi, Selasa (5/5/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pesantren masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam membentuk pendidikan moral, karakter, dan keagamaan anak di tengah perkembangan zaman saat ini.
Daya Tampung Pesantren Sudah Capai 70 Persen
Ismail menjelaskan, saat ini rata-rata daya tampung pondok pesantren di Kota Bekasi telah terisi sekitar 70 persen dari total target penerimaan santri baru tahun ajaran 2026/2027.
Meski demikian, sejumlah pesantren masih membuka pendaftaran sambil menunggu hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri.
Menurutnya, fenomena tersebut terjadi hampir setiap tahun. Sebagian orangtua biasanya menjadikan pesantren sebagai pilihan utama maupun alternatif setelah proses seleksi sekolah negeri selesai.
“Untuk mencapai kapasitas penuh biasanya masih menunggu hasil SPMB sekolah negeri,” jelasnya.
Pesantren Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan
Tingginya minat masyarakat terhadap pondok pesantren dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut.
FKPP Kota Bekasi menilai pesantren harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Peningkatan mutu pendidikan dinilai penting, baik dari sisi kurikulum, fasilitas, kualitas pengajar, hingga pengembangan karakter dan keterampilan santri.
Selain pendidikan agama, pesantren saat ini juga dituntut mampu membekali santri dengan kemampuan akademik, teknologi, dan keterampilan sosial agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Pesantren Tetap Jadi Pilihan Pendidikan Karakter
Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi, pesantren masih dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan yang efektif dalam membangun disiplin, akhlak, dan karakter anak.
Banyak orangtua memilih pesantren karena dinilai mampu memberikan pengawasan, pembinaan moral, serta lingkungan pendidikan yang lebih terarah bagi anak-anak mereka.
FKPP berharap tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dapat terus dijaga melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pembentukan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan santri.









