Setiap hari, Fathor Rasyid, guru PPPK di Pulau Kangean, Sumenep, menempuh sekitar 24 kilometer pulang-pergi dari Desa Pajanangger ke SDN Gelaman 3 untuk mengajar agama. Bukan hanya jauh, hampir seluruh ruas jalan yang ia lewati rusak dan saat hujan berubah menjadi genangan banjir panjang, bahkan di satu titik air pernah hampir mencapai jok motor hingga kendaraannya sering mati dan harus ditarik. Tidak ada jalur lain menuju sekolah, sehingga Fathor tetap nekat menerobos banjir selama jalur masih bisa dilewati, kondisi yang sudah ia hadapi sejak mulai mengabdi sebagai guru sukarelawan pada 2005 hingga diangkat sebagai PPPK pada 2024.
Di tengah medan berat dan statusnya sebagai ayah tunggal bagi dua anak setelah istrinya meninggal, ia berusaha untuk tidak absen mengajar karena merasa murid-muridnya di pelosok Kangean tetap berhak mendapatkan pelajaran dan kehadiran guru di kelas. Semoga pemerintah dan pihak terkait semakin memperhatikan infrastruktur serta kesejahteraan para guru di daerah terpencil seperti Fathor, agar perjuangan mereka untuk mencerdaskan anak bangsa tidak lagi dibebani hambatan di jalan.



