Program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 menghadirkan nuansa berbeda dengan memperluas jangkauan kegiatan ke wilayah Banten, tepatnya di Kota Cilegon dan Kota Serang. Inisiatif yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bertujuan menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, selama periode mudik Lebaran.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya membagikan buku, tetapi juga menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan dan sesuai dengan usia pembaca. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Abdul Mu’ti dalam peninjauan kegiatan di Stasiun Senen, Jakarta.
Pelaksanaan MABB di Banten dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Pelabuhan Merak dan Terminal Pakupatan. Ribuan buku dibagikan kepada para pemudik, terutama keluarga dengan anak-anak, guna mengisi waktu tunggu dengan kegiatan yang bermanfaat dan edukatif.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak, termasuk DPR RI yang mendorong agar fasilitas literasi seperti perpustakaan mini dapat terus dikembangkan di titik-titik transportasi publik, bahkan di luar musim mudik.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga peran bahasa sebagai identitas bangsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyebut kegiatan ini sangat relevan mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan pelabuhan. Ia berharap kehadiran MABB dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih edukatif, aman, dan menyenangkan bagi para pemudik.





































