Aceh Tengah – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan pembangunan sekolah baru bagi SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah setelah bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang. Langkah relokasi dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama dalam pemulihan layanan pendidikan pascabencana.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya bertujuan mengembalikan proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman dan lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang. Pemerintah bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra terus mengawal proses relokasi serta pembangunan sarana pendidikan yang lebih layak.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan bersama berbagai pihak, lokasi lama SD Negeri 10 Linge ditetapkan sebagai zona merah sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Kondisi tersebut membuat relokasi menjadi solusi terbaik demi menjamin keamanan warga sekolah dalam jangka panjang.
Sebagai langkah sementara, pemerintah mulai membangun tiga Ruang Kelas Darurat (RKD) yang berlokasi sekitar 500 meter dari sekolah lama. Fasilitas tersebut diproyeksikan selesai dalam waktu tiga hingga empat minggu sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di lokasi relokasi.
Selain menyiapkan ruang belajar darurat, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan kepada peserta didik terdampak bencana. Bantuan tersebut meliputi tenda kelas darurat, paket perlengkapan sekolah, buku pelajaran, buku bacaan, hingga bantuan sepatu untuk mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.
Pemerintah turut menyalurkan Dana Operasional Pendidikan Darurat sebesar Rp55 juta yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar sementara. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembersihan area pembelajaran, penyediaan mebel sementara, perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta berbagai kebutuhan pembelajaran darurat lainnya.
Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang mempersiapkan lahan pengganti yang aman dari ancaman bencana, memiliki status hukum yang jelas, dan bebas sengketa. Ketersediaan lahan menjadi faktor penting agar pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan terdapat sejumlah satuan pendidikan yang juga perlu direlokasi karena berada di kawasan rawan bencana. Karena itu, penataan kembali layanan pendidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan lokasi permukiman baru masyarakat serta akses pendidikan bagi peserta didik terdampak.
Melalui relokasi SD Negeri 10 Linge dan pembangunan sekolah baru yang lebih aman, pemerintah berharap seluruh peserta didik tetap memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas meskipun berada dalam situasi pascabencana. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun satuan pendidikan yang tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.








