JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bermutu di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SNT dirancang sebagai pusat pendidikan berkualitas yang tidak hanya melayani peserta didik, tetapi juga menjadi pusat pengembangan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi?
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan satuan pendidikan yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkesinambungan.
Integrasi tersebut tidak hanya mencakup penggunaan gedung atau kawasan sekolah yang sama, tetapi juga meliputi:
- Proses pembelajaran yang saling terhubung.
- Pengembangan kompetensi guru.
- Pembinaan karakter peserta didik.
- Pengembangan minat, bakat, dan talenta.
- Pemanfaatan fasilitas belajar bersama.
- Sistem penjaminan mutu pendidikan.
Dengan konsep ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih terarah dari jenjang SMP hingga SMA.
Target 500 Sekolah Hingga 2029
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap hingga tahun 2029.
Sebagai tahap awal, pada tahun 2026 disiapkan 37 lokasi SNT, dengan rincian:
- 17 lokasi mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.
- 20 lokasi lainnya mulai dibangun pada 2026 dan dijadwalkan beroperasi pada 2027.
Lokasi pembangunan ditentukan melalui proses pengusulan, verifikasi, validasi lapangan, serta koordinasi bersama pemerintah daerah.
Tiga Transformasi Utama SNT
Program SNT dibangun dengan tiga fokus utama, yaitu:
- Transformasi infrastruktur, melalui penyediaan fasilitas belajar yang modern dan berkualitas.
- Transformasi sumber daya manusia, dengan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
- Transformasi karakter dan pembelajaran, melalui penguatan karakter, pembelajaran mendalam, dan pemanfaatan teknologi digital.
Kemendikdasmen berharap SNT menjadi model sekolah yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitarnya.
Dilengkapi Fasilitas Modern
Untuk menunjang proses pembelajaran, setiap SNT akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti:
- Smart classroom.
- Green school.
- Laboratorium lengkap dan modern.
- Future Library and Learning Commons.
- Studio seni kreatif.
- Pusat pengembangan guru.
- Pusat olahraga.
- Layanan transportasi antar-jemput dalam wilayah kabupaten.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, inovatif, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik.
Kurikulum Disesuaikan dengan Potensi Daerah
SNT menerapkan tiga lapis kurikulum yang terdiri atas:
- Kurikulum nasional sebagai fondasi pembelajaran.
- Kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguatan karakter dan kompetensi.
- Kurikulum berbasis potensi lokal, yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Dengan konsep tersebut, setiap SNT akan memiliki keunggulan yang berbeda, seperti bidang pertanian, perikanan, koding, kecerdasan artifisial (AI), maupun sektor unggulan lainnya.
Jadi Pusat Pengembangan Pendidikan
Kemendikdasmen menegaskan bahwa SNT tidak dirancang sebagai sekolah unggulan yang berdiri sendiri.
Sebaliknya, sekolah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah melalui:
- Berbagi praktik baik pembelajaran.
- Pendampingan sekolah sekitar.
- Pemanfaatan fasilitas secara bersama.
- Pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
- Kolaborasi antarsatuan pendidikan.
Melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah berharap pemerataan pendidikan berkualitas semakin terwujud, sekaligus melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.








