Dumai – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan bahasa, literasi, dan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Program Trigatra di Kota Dumai, Riau, yang bertujuan memperkuat kapasitas pendidikan sekaligus mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital.
Menurut Fajar, penguasaan bahasa memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta daya saing generasi muda. Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk membangun pengetahuan, memperkuat identitas budaya, dan membuka akses terhadap berbagai sumber informasi global.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar menekankan bahwa transformasi digital pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan literasi. Pemanfaatan teknologi di sekolah tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat digital, tetapi juga harus dibarengi kemampuan peserta didik dan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Program Trigatra yang dikembangkan di Dumai mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu penguatan bahasa, literasi, dan digitalisasi pendidikan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.
Wamendikdasmen menilai bahwa penguasaan literasi dasar dan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik di abad ke-21. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, siswa perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, memahami konteks, serta menggunakan teknologi secara bijaksana.
Selain memperkuat kemampuan peserta didik, program ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru. Transformasi digital pendidikan memerlukan tenaga pendidik yang mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Fajar juga mengapresiasi berbagai inovasi pendidikan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Dumai dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang maju dan berkelanjutan.
Melalui Program Trigatra, Kemendikdasmen berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa yang baik, literasi yang kuat, serta karakter yang siap menghadapi tantangan global. Penguatan bahasa dan transformasi digital diyakini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.



