Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen mengajak seluruh pegawai untuk membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai RAMAH dan SANTUN sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengabdian kepada bangsa serta negara.
Pelantikan yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, menjadi momentum penting bagi para aparatur yang baru dilantik untuk memulai perjalanan profesional sebagai pelayan masyarakat. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa jabatan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan amanah negara.
Menurut Mendikdasmen, setiap jabatan merupakan amanah yang mengandung unsur kepercayaan, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, para pegawai diminta menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar simbol kedudukan atau pencapaian karier.
Dalam arahannya, Abdul Mu’ti kembali menegaskan pentingnya penerapan budaya kerja RAMAH, yaitu Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat dalam setiap aktivitas kerja aparatur Kemendikdasmen sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain RAMAH, Mendikdasmen juga mengajak seluruh pegawai untuk mengembangkan budaya SANTUN dalam kehidupan organisasi. Budaya ini menekankan pentingnya etika, sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta hubungan kerja yang sehat dan profesional di lingkungan kementerian.
Abdul Mu’ti menilai bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program yang dijalankan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Oleh sebab itu, integritas, kompetensi, dan semangat melayani harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap aparatur pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, para pegawai juga didorong untuk terus meningkatkan kemampuan profesional dan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di sektor pendidikan. Tantangan pendidikan yang semakin kompleks membutuhkan aparatur yang responsif, inovatif, dan mampu bekerja secara kolaboratif untuk menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Mendikdasmen turut mengingatkan pentingnya membangun lingkungan kerja yang saling mendukung, menghargai, dan mengedepankan semangat kebersamaan. Budaya kerja yang positif diyakini dapat meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada peserta didik, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui pelantikan ini, Kemendikdasmen berharap lahir aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan pendidikan nasional. Dengan mengamalkan nilai RAMAH dan SANTUN, para pegawai diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.









