JAKARTA – Lembaga pemeringkatan Webometrics kembali merilis daftar universitas terbaik dunia edisi Juli 2026. Pemeringkatan ini diterbitkan dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, dengan mencakup lebih dari 32 ribu perguruan tinggi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam edisi terbaru, Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi pertama sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia, disusul oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair).
20 PTN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Juli 2026
Berikut daftar 20 PTN terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics Juli 2026:
| Peringkat Nasional | Perguruan Tinggi | Peringkat Dunia |
|---|---|---|
| 1 | Universitas Indonesia (UI) | 333 |
| 2 | Universitas Gadjah Mada (UGM) | 439 |
| 3 | Universitas Airlangga (Unair) | 582 |
| 4 | Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) | 608 |
| 5 | Universitas Brawijaya (UB) | 621 |
| 6 | Universitas Padjadjaran (Unpad) | 637 |
| 7 | Universitas Diponegoro (Undip) | 652 |
| 8 | Universitas Sebelas Maret (UNS) | 670 |
| 9 | Institut Teknologi Bandung (ITB) | 678 |
| 10 | IPB University | 704 |
| 11 | Universitas Negeri Malang (UM) | 739 |
| 12 | Universitas Hasanuddin (Unhas) | 806 |
| 13 | Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) | 817 |
| 14 | Universitas Negeri Padang (UNP) | 818 |
| 15 | Universitas Lampung (Unila) | 862 |
| 16 | Universitas Negeri Semarang (Unnes) | 867 |
| 17 | Universitas Negeri Jakarta (UNJ) | 893 |
| 18 | Universitas Negeri Surabaya (Unesa) | 899 |
| 19 | Universitas Andalas (Unand) | 920 |
| 20 | Universitas Mataram (Unram) | 955 |
Empat Aspek yang Dinilai Webometrics
Pemeringkatan Webometrics tidak hanya melihat reputasi akademik, tetapi juga mengukur kinerja universitas secara menyeluruh melalui beberapa aspek, yaitu:
- Dampak penelitian dan publikasi ilmiah.
- Keterbukaan serta visibilitas akademik.
- Keterlibatan digital dan referensi dari pihak ketiga.
- Kinerja perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal yang Tidak Dinilai
Webometrics juga menjelaskan beberapa aspek yang tidak menjadi indikator penilaian, yaitu:
- Desain atau tampilan situs web universitas.
- Jumlah pengunjung atau trafik situs.
- Aktivitas pemasaran maupun periklanan kampus.
Indikator Penilaian Webometrics Juli 2026
Dalam pemeringkatan edisi Juli 2026, Webometrics menggunakan tiga indikator utama dengan bobot sebagai berikut:
- Visibilitas (50%)
Mengukur dampak berdasarkan jumlah domain eksternal yang merujuk ke situs universitas menggunakan data dari Ahrefs. - Transparansi (10%)
Mengukur jumlah sitasi dari 310 peneliti yang paling banyak dikutip (di luar 20 peneliti teratas) berdasarkan profil Google Scholar. - Keunggulan (40%)
Mengukur jumlah publikasi ilmiah yang masuk 10 persen makalah paling banyak disitasi periode 2019–2023, berdasarkan data Scopus/Scimago.
Pemeringkatan Terus Disempurnakan
Webometrics menyatakan bahwa metodologi pemeringkatan terus diperbarui untuk meningkatkan akurasi dan integritas hasil penilaian. Namun, terdapat beberapa keterbatasan, seperti perbedaan ukuran institusi, jenis perguruan tinggi, serta pengelolaan domain situs web yang dapat memengaruhi skor visibilitas.
Meski demikian, hasil pemeringkatan ini dapat menjadi salah satu referensi bagi calon mahasiswa dalam mengenal kinerja perguruan tinggi, khususnya dari sisi penelitian, keterbukaan akademik, dan dampak digital di tingkat global.




