MAKASSAR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas kesempatan belajar bagi anak tidak sekolah (ATS) agar memiliki keterampilan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Novotel Shayla Makassar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan menghadirkan berbagai pelatihan berbasis keterampilan yang siap diterapkan dalam dunia usaha.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 peserta dari Program PKW bidang tata rias yang berasal dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Eden mengikuti demonstrasi dan workshop tata rias wajah untuk wisuda. Meskipun baru menjalani tiga hari pembelajaran teori dan praktik dasar, para peserta langsung mendapat kesempatan mengasah kemampuan melalui praktik self makeup.
Pelatihan dipandu oleh Ketua Perwakilan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin, R.A. Kanas Kosasih Koesoemadinata atau yang lebih dikenal sebagai Mas Kannu. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan peralatan kecantikan dari PT Vitapharm melalui produk Viva Cosmetics.
Selain peserta pelatihan, acara turut dihadiri oleh jajaran Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, pimpinan LKP di Kota Makassar, serta anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah Makassar.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa Program PKW dirancang khusus untuk memberikan bekal keterampilan kepada anak usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan formal, khususnya pada rentang usia 17 hingga 25 tahun.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental kewirausahaan agar peserta mampu membangun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.
Yaya mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada saat pelatihan selesai, melainkan ketika peserta mampu terus mengembangkan kompetensi dan menciptakan usaha yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak lulusan kursus nonformal yang berhasil meningkatkan karier hingga mampu bersaing di tingkat internasional berkat keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan terstruktur.
Program PKW mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti.
Saat meninjau jalannya pelatihan, Masmidah menilai praktik langsung yang dilakukan peserta menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal mampu memberikan dampak nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemberian keterampilan kepada anak-anak usia produktif yang tidak bersekolah merupakan langkah strategis dalam menciptakan wirausaha baru sekaligus mengurangi kesenjangan kesempatan kerja.
Ia menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan misi Dekranas yang terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis keterampilan dan potensi lokal.
Sebagai Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah juga menegaskan komitmen organisasinya dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui berbagai program penguatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.
Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi DWP Kemendikdasmen dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan yang sebelumnya telah menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi anggota di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata.
Ia berharap perempuan terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta mengambil peran aktif dalam memperkuat perekonomian keluarga melalui berbagai bidang usaha yang sesuai dengan keterampilan masing-masing.
Keberhasilan Program PKW juga diperlihatkan kepada masyarakat melalui partisipasi Kemendikdasmen dalam Pameran HUT ke-46 Dekranas yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada 9–12 Juli 2026.
Dalam pameran tersebut, Kemendikdasmen menampilkan berbagai produk wastra hasil karya peserta Program PKW Tekun Tenun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang terarah mampu mengubah potensi anak tidak sekolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang mandiri.
Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Kemendikdasmen terus memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai sarana meningkatkan kompetensi, membuka lapangan usaha, dan mendorong lahirnya generasi muda yang produktif serta siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.






