SEMARANG – SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang menghadirkan inovasi pendidikan melalui program ekstrakurikuler Market Juara, sebuah wadah yang memberikan pengalaman berwirausaha secara langsung kepada para siswa. Program ini dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan bisnis sejak dini sekaligus menumbuhkan jiwa mandiri sebelum memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan.
Keunikan Market Juara terletak pada sumber modal usaha yang tidak dibebankan kepada siswa. Mengingat sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu, modal awal diperoleh dari hasil gotong royong para guru pembimbing serta dukungan alumni yang telah bekerja.
Guru Pembimbing Market Juara, Liliek Handoko, menjelaskan bahwa program tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan para siswa. Selain memberikan bekal akademik, sekolah juga ingin memastikan setiap peserta didik memiliki keterampilan hidup yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan setelah lulus.
Menurut Liliek, para guru secara sukarela mengumpulkan dana sebagai modal awal usaha. Dukungan juga datang dari alumni melalui program tanggung jawab sosial (CSR), sebagai bentuk kepedulian kepada adik-adik kelas yang masih menempuh pendidikan.
Ia menuturkan bahwa keterlibatan alumni menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Para lulusan yang telah bekerja ikut berkontribusi agar siswa yang masih belajar memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan berwirausaha.
Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya memberikan modal, tetapi juga mendampingi siswa mulai dari penyusunan rencana usaha, proses produksi, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Pendampingan tersebut bertujuan agar siswa memahami secara langsung proses menjalankan sebuah usaha.
Keuntungan yang diperoleh dari setiap unit usaha tidak dibagikan sebagai keuntungan pribadi, melainkan diputar kembali menjadi modal agar kegiatan usaha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peserta berikutnya.
Saat ini terdapat dua unit usaha yang masih aktif dijalankan para siswa, yaitu Helmora, produk spray penghilang bau helm, serta paket wisata edukasi Dusun Tayeman di kawasan Kopeng, lereng Gunung Merbabu.
Melalui dua unit usaha tersebut, siswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan produk, melayani pelanggan, mempromosikan usaha, hingga mengelola bisnis secara berkelanjutan.
Liliek berharap Market Juara dapat menjadi contoh atau pilot project bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan kewirausahaan berbasis praktik langsung. Menurutnya, keberanian memulai usaha sejak usia sekolah menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Ia juga berharap program tersebut mampu membantu memutus rantai kemiskinan dengan membuka peluang usaha bagi para lulusan, sehingga mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Program Market Juara menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, kepedulian sosial, serta keterampilan hidup yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.
Melalui kolaborasi antara guru, alumni, dan siswa, SMK Negeri Jawa Tengah Semarang membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.










