Jakarta — Guru Besar Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Prof. Raymond R. Tjandrawinata, masuk dalam daftar Top 5% Scientists Globally versi SciRank Global Scientific Index 2025.
Pemeringkatan tersebut menganalisis jutaan peneliti dan karya ilmiah dari berbagai negara menggunakan Normalized Composite Score (NCS) yang mempertimbangkan produktivitas publikasi dan dampak sitasi.
Prof. Raymond tercatat berada di peringkat global 792.375 dan masuk kelompok 5 persen ilmuwan teratas dunia.
Tiga Dekade Meneliti Obat Berbasis Bahan Alam
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Prof. Raymond di bidang biomedis dan farmakologi molekuler. Ia telah mendedikasikan sekitar tiga dekade untuk penelitian pengembangan obat berbasis bahan alam atau fitofarmaka.
Sebelum aktif mengembangkan riset farmasi di Indonesia, Prof. Raymond menyelesaikan pendidikan doktoral di University of California, San Francisco (UCSF) dan pernah melakukan penelitian di NASA Ames Research Center.
Pengalaman tersebut memperkuat keahliannya dalam biologi molekuler sebelum kemudian mengembangkan penelitian mengenai potensi tanaman obat Indonesia.
Salah satu kontribusinya adalah pengembangan teknologi Bioactive Fraction, yaitu proses isolasi fraksi aktif dari tanaman obat untuk dikembangkan menjadi produk fitofarmaka yang memenuhi standar ilmiah dan keamanan.
Publikasi Ilmiah Tembus 400 Artikel
Konsistensi penelitian Prof. Raymond juga tercermin dari rekam jejak publikasinya. Ia telah menghasilkan lebih dari 400 artikel ilmiah internasional yang mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, terapi kanker, obat kardiovaskular, ekspresi gen, hingga nutrigenomik.
Karya-karyanya telah memperoleh lebih dari 5.300 sitasi dari peneliti di berbagai negara.
Selain aktif melakukan penelitian, Prof. Raymond juga mengajar dan membimbing mahasiswa di FBTI Unika Atma Jaya melalui sejumlah mata kuliah tingkat lanjut, termasuk biokimia, bioteknologi farmasi, bisnis bioteknologi, dan nutrigenomik.
Bukti Riset Indonesia Mampu Bersaing Global
Masuknya Prof. Raymond dalam daftar Top 5% Scientists Globally 2025 menjadi salah satu pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian berbasis kekayaan hayati Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional.
Melalui pendekatan ilmiah dan riset berkelanjutan, bahan alam Indonesia tidak hanya dapat dipandang sebagai bagian dari pengobatan tradisional, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan modern yang memiliki nilai ilmiah dan komersial.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia untuk terus memperkuat penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata dan pemanfaatan potensi lokal.









