Jakarta, 22 Agustus 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah akan terus melakukan revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan. Program tersebut akan diperkuat dengan sejumlah paket baru yang dapat diajukan sekolah sesuai kebutuhan.
Mu’ti mengatakan, pada tahun depan pemerintah menyiapkan empat paket baru dalam program revitalisasi sekolah. Paket tersebut mencakup pembangunan atau perbaikan perpustakaan, tempat ibadah, pagar, dan UKS, selain pembangunan ruang kelas baru.
“Untuk revitalisasi itu ada empat paket baru yang kami sediakan. Pertama adalah perpustakaan, yang kedua itu tempat ibadah, yang ketiga itu pagar, kemudian UKS, selain ruang kelas baru,” kata Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Sekolah Bisa Mengajukan Revitalisasi
Mu’ti menjelaskan sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat mendaftarkan diri melalui program revitalisasi Kemendikdasmen.
Tidak hanya sekolah dengan ruang kelas yang rusak, sekolah yang belum memiliki fasilitas pendukung pembelajaran seperti perpustakaan atau ruang baca yang layak juga dapat mengajukan revitalisasi.
Untuk tahun 2026, pengajuan revitalisasi khusus perpustakaan masih dapat dilakukan, meskipun jumlahnya terbatas.
“Tahun 2026 juga bisa tapi terbatas (jika ingin melakukan revitalisasi perpustakaan saja),” jelas Mu’ti.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memperbaiki sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
SDN 2 Simpang Garut Jadi Sorotan
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SDN 2 Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kondisi bangunan sekolah tersebut dilaporkan memprihatinkan. Bangunan bahkan disebut nyaris roboh dan belum memiliki ruang baca yang layak bagi para murid.
Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah diberitakan melalui program Jagat Literasi Kompas.com.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Haerudin, mengaku langsung menghubungi Mendikdasmen Abdul Mu’ti setelah melihat pemberitaan mengenai kondisi sekolah tersebut.
“Saya terenyuh saat melihat tayangan dari Kompas. Makanya saya langsung screenshot beritanya dan menelepon Pak Menteri,” ujar Haerudin saat ditemui di Pendopo Garut, Jumat (21/8/2026).
Ia meminta pemerintah segera memberikan respons karena kondisi SDN 2 Simpang dinilai sudah masuk kategori sekolah darurat.
“Saya bilang ke Pak Menteri, mohon direspons dengan cepat. Ini sekolah yang darurat,” katanya.
Verifikasi dan Validasi Dijadwalkan September 2026
Menurut Haerudin, pemerintah saat ini memberikan perhatian terhadap sekolah yang terdampak bencana maupun sekolah dengan bangunan yang sudah tidak layak digunakan.
SDN 2 Simpang dinilai masuk dalam kriteria tersebut sehingga diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan.
Proses verifikasi dan validasi kondisi sekolah dijadwalkan dilakukan pada September 2026. Setelah proses tersebut, pemerintah akan melanjutkan tahapan berikutnya sebelum pembangunan atau rehabilitasi dilakukan.
“Alhamdulillah (ada respons), nanti September verifikasi dan validasi, langsung bimtek mereka Oktober,” ungkap Haerudin.
Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas
Program revitalisasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Selain memperbaiki ruang kelas, pemerintah mulai memperluas cakupan revitalisasi dengan memasukkan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, tempat ibadah, pagar, dan UKS.
Dengan adanya skema baru tersebut, sekolah diharapkan dapat mengajukan kebutuhan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Prioritas diberikan kepada sekolah yang fasilitasnya rusak berat, tidak layak digunakan, maupun berada dalam kondisi darurat.
Pemerintah juga diharapkan terus memastikan proses verifikasi dilakukan secara objektif agar bantuan revitalisasi benar-benar diterima sekolah yang paling membutuhkan.









