Jakarta — Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mendorong satuan pendidikan memperkuat pengelolaan sampah melalui konsep pilah, angkut, dan olah. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan sekolah yang bersih sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan bertema “Jaga Sekolah Bersih: Pilih, Pilah, Pulihkan” yang digelar Guru Literasi Jakarta (Gliter Jak) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kegiatan berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan diikuti kepala sekolah, guru, serta murid di lingkungan pendidikan DKI Jakarta.
Kenalkan Program JOSS di Sekolah
Dalam kegiatan tersebut, Nahdiana turut memperkenalkan program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) sebagai salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah di lingkungan sekolah.
Menurutnya, penerapan pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya. Sampah harus dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian diangkut sesuai kategori dan diolah dengan metode yang tepat.
“Pilah, yaitu sampah dari sumbernya. Angkut, sampah sesuai jenisnya. Olah, sampah sesuai kategorinya,” ujar Nahdiana di Jakarta.
Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Libatkan Siswa dalam Kegiatan Kreatif
Kegiatan Jaga Sekolah Bersih juga diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan siswa dan warga sekolah.
Salah satunya adalah lomba stan daur ulang yang melibatkan berbagai unsur antarsuku di Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan kembali berbagai jenis sampah.
Selain itu, Gliter Jak menggelar lomba content creator dengan periode pendaftaran 1-20 Agustus. Peserta diminta mengirimkan karya video dan telah dipilih tiga pemenang.
Sementara itu, lomba robot masih berlangsung dengan dukungan Bank Jakarta.
Kemerdekaan Juga Berarti Menjaga Lingkungan
Community Development Expert sekaligus Founder Survival Arsitektur Indonesia, Taufik Supriadi, mengatakan momentum peringatan kemerdekaan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk menjaga lingkungan tetap lestari.
“Bukan hanya pameran-pameran dengan mengibarkan bendera, tetapi bagaimana menjaga lingkungan untuk tetap merdeka,” ujar Taufik.
Melalui program pengelolaan sampah dan berbagai kegiatan kreatif di sekolah, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.









