Satu Senjata Api Franchi Kaliber 12 GA Turut Ditemukan, Polisi Telusuri Asal-Usul dan Izin Kepemilikan
Jakarta, 22 Agustus 2026 — Polisi masih mendalami temuan 995 senapan angin dan satu pucuk senjata api di sebuah gudang yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Penyidik kini menelusuri asal-usul, kepemilikan, izin, hingga mekanisme penyimpanan ratusan senjata tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan total terdapat 996 barang berbentuk senjata yang ditemukan di lokasi. Sebanyak 995 di antaranya merupakan senapan angin, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi kaliber 12 GA.
“995 pucuk itu merupakan senapan angin. Dan satu pucuk senjata api adalah Franchi kaliber 12 GA,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
13 Orang Telah Dimintai Keterangan
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari 13 orang. Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak-pihak yang mengetahui penemuan maupun memiliki keterkaitan dengan keberadaan senjata tersebut.
Mereka antara lain tiga personel Polres Metro Jakarta Selatan yang pertama kali mengetahui keberadaan barang-barang tersebut.
Polisi juga memeriksa pihak Yayasan Sekolah HI, dua karyawan PT Lokta Karya Perbakin yang memiliki izin impor, serta Ketua Pengurus Yayasan periode 2025 hingga 31 Mei 2026 berinisial IWD.
Selain itu, penyidik meminta keterangan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin berinisial AHE dan pemberi informasi awal berinisial US.
Kepala Sekolah SD berinisial AK, anggota Pembina Yayasan HI, serta sejumlah pengurus yang terlibat dalam perjanjian kerja sama antara PT LKP dan Yayasan HI juga telah diperiksa.
Polisi Telusuri Dokumen Kerja Sama
Selain memeriksa para saksi, penyidik tengah mendalami dokumen perjanjian kerja sama (PKS) antara pihak terkait.
Dokumen tersebut mencantumkan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan keberadaan senjata.
Polisi ingin memastikan apakah kerja sama tersebut benar-benar telah ditandatangani dan dilaksanakan sesuai ketentuan.
“Ada dokumen yang diserahkan untuk pelaksanaan yang disampaikan adanya ekstrakurikuler. Ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik apakah sesuai dengan PKS ini pernah sudah ditandatangani, dilaksanakan, ataupun belum dilaksanakan,” ujar Budi.
Asal dan Legalitas Senjata Masih Didalami
Temuan ratusan senapan angin dan satu senjata api tersebut membuat polisi perlu memastikan bagaimana barang-barang tersebut bisa berada di gudang yayasan sekolah.
Penyidik masih menelusuri asal-usul, status kepemilikan, perizinan, tujuan penggunaan, serta penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan.
Pemeriksaan terhadap pihak yayasan, perusahaan yang memiliki izin impor, dan pihak lain yang berkaitan dengan kerja sama diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberadaan ratusan senjata tersebut.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai status hukum maupun pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan senjata tersebut.




