Biaya pendidikan anak bukan hanya uang sekolah atau kuliah. Orang tua juga perlu memperhitungkan biaya buku, seragam, transportasi, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.
Karena biaya pendidikan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu, persiapan sejak dini penting dilakukan agar kebutuhan tersebut tidak terasa berat ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Berikut empat langkah yang bisa dilakukan untuk menghitung dan menyiapkan dana pendidikan anak.
1. Tentukan Jenjang Pendidikan yang Ingin Dibiayai
Tentukan terlebih dahulu pendidikan anak yang ingin dibiayai, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Cari informasi biaya dari sekolah atau kampus yang menjadi tujuan. Jangan hanya menghitung uang sekolah atau kuliah, tetapi masukkan pula:
- Uang pangkal
- SPP atau biaya kuliah
- Buku dan perlengkapan belajar
- Seragam
- Transportasi
- Tempat tinggal
- Biaya kebutuhan sehari-hari
Kebutuhan setiap anak bisa berbeda tergantung pilihan sekolah, kota, dan jenjang pendidikan.
2. Perhitungkan Kenaikan Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan saat ini belum tentu sama dengan biaya yang harus dibayar beberapa tahun mendatang.
Sebagai contoh, jika biaya kuliah saat ini Rp100 juta dan anak baru kuliah 10 tahun lagi, target dana sebaiknya tidak berhenti di angka Rp100 juta.
Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 5 persen per tahun, kebutuhan Rp100 juta tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp163 juta dalam 10 tahun.
Karena itu, kenaikan biaya perlu dimasukkan dalam perencanaan sejak awal.
3. Sesuaikan Target dengan Waktu yang Tersedia
Semakin lama waktu yang tersedia, semakin ringan target dana yang perlu disiapkan secara berkala.
Misalnya, kebutuhan pendidikan diperkirakan mencapai Rp160 juta dan masih tersedia waktu 10 tahun. Tanpa memperhitungkan hasil investasi, targetnya sekitar:
Rp160 juta ÷ 120 bulan = Rp1,33 juta per bulan.
Target tersebut kemudian dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga dan instrumen penyimpanan atau investasi yang dipilih.
4. Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan Keluarga
Jangan sampai mengejar dana pendidikan justru membuat keuangan keluarga terganggu.
Sebelum menetapkan target, pastikan kebutuhan sehari-hari, dana darurat, perlindungan asuransi, dan kewajiban utang sudah diperhitungkan.
Orang tua juga bisa mempertimbangkan sumber pendanaan lain seperti beasiswa, bantuan pendidikan, atau tunjangan sebagai pelengkap.
Mulai dari Sekarang, Tidak Harus Langsung Besar
Dana pendidikan anak tidak harus terkumpul sekaligus. Yang terpenting adalah menentukan target, memperhitungkan kenaikan biaya, menghitung waktu yang tersedia, dan mulai menyisihkan dana secara konsisten.
Semakin awal dimulai, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mencapai target tanpa memberikan tekanan besar pada keuangan keluarga.









