Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah hingga Agustus 2026 telah menjangkau 15,2 juta siswa dari target 50 juta anak sekolah di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan melakukan pemeriksaan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mendeteksi dan menindaklanjuti berbagai masalah kesehatan sejak dini.
Gigi Berlubang Jadi Temuan Tertinggi
Hasil pemeriksaan CKG menunjukkan karies atau gigi berlubang menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak usia sekolah.
Secara nasional, karies ditemukan pada 40,9 persen siswa yang diperiksa. Temuan lainnya meliputi anemia pada remaja putri, peningkatan tekanan darah, serta serumen impaksi atau penumpukan kotoran telinga.
Di Kota Bogor, angka karies bahkan mencapai 48,79 persen.
CKG di Bogor Capai 49,62 Persen
Pelaksanaan CKG di Kota Bogor telah mencapai 49,62 persen. Untuk memperluas cakupan pemeriksaan sekaligus merespons persoalan kesehatan yang ditemukan, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengembangkan inovasi “CKG Smart”.
Program tersebut menggunakan pendekatan mobile untuk memberikan layanan dan terapi awal secara terintegrasi langsung ke sekolah-sekolah.
Masalah Gizi Juga Jadi Perhatian
Selain penyakit dan gangguan kesehatan tertentu, anak usia sekolah juga menghadapi beban ganda masalah gizi.
Di satu sisi masih terdapat anak dengan gizi kurang, sementara di sisi lain kasus gizi lebih atau obesitas juga ditemukan. Secara nasional, obesitas pada anak sekolah mencapai 7,2 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus pembiasaan pola hidup sehat sejak usia sekolah.
Hasil Pemeriksaan Harus Ditindaklanjuti
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa CKG tidak boleh berhenti pada pemeriksaan.
Temuan dari pemeriksaan perlu ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga siswa yang memiliki masalah kesehatan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Kementerian Kesehatan juga mengintegrasikan CKG dengan intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemeriksaan pada jenjang SMP dan SMA dinilai penting untuk menjaga kesehatan remaja sebelum memasuki fase kehidupan berikutnya, termasuk ketika kelak menjadi orang tua.
Sekolah Punya Peran Penting
Pelaksanaan CKG di sekolah juga memperkuat peran lingkungan pendidikan dalam membangun budaya hidup sehat.
Kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemerintah daerah diperlukan agar hasil pemeriksaan benar-benar memberikan dampak bagi kesehatan anak.
Dengan demikian, CKG bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, melainkan bagian dari upaya deteksi dini, edukasi, pencegahan, dan tindak lanjut masalah kesehatan anak.
Hingga Agustus 2026, 15,2 juta siswa telah mendapatkan pemeriksaan melalui CKG Sekolah. Temuan tingginya kasus gigi berlubang menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu mendapat perhatian serius sejak bangku sekolah.
















