Murung Raya, Kalimantan Tengah – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Salah satunya dilakukan melalui advokasi dan pelatihan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) bagi guru di Kabupaten Murung Raya.
Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal lebih jauh berbagai fitur dan fungsi PID, khususnya bagi pendidik di daerah yang sebelumnya belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai perangkat tersebut.
Guru Didorong Lebih Optimal Memanfaatkan PID
Salah satu peserta pelatihan, Hiskia Siringoringo, guru SMP Negeri 5 Murung, mengaku sebelumnya mempelajari penggunaan PID secara mandiri.
Namun, masih ada sejumlah fitur yang belum sepenuhnya dikuasainya. Setelah mengikuti pelatihan, ia merasa lebih memahami cara memanfaatkan perangkat tersebut untuk pembelajaran.
Pelatihan juga mendorong guru membuat media pembelajaran yang lebih bervariasi dengan memanfaatkan fitur-fitur digital yang tersedia.
Bukan Sekadar Pengganti Papan Tulis
Penggunaan PID juga dinilai dapat membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Normiati, guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMP Muhammadiyah Puruk Cahu, mengatakan sebelum mengikuti advokasi dirinya masih jarang menggunakan PID.
Menurutnya, pelatihan memberikan pemahaman bahwa perangkat tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pengganti papan tulis konvensional, tetapi juga dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran.
Normiati pun terdorong untuk membuat bahan ajar yang lebih menarik dan kontekstual dengan memanfaatkan berbagai fitur PID.
Ia berharap pendampingan dan praktik dapat dilakukan secara berkala agar proses adaptasi digital dalam pembelajaran semakin optimal.
29 Sekolah di Murung Raya Ikuti Pelatihan
Dukungan terhadap program digitalisasi pembelajaran mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Elmorita Herlina, menyebut terdapat 29 sekolah di daerah tersebut yang mendapatkan pelatihan dalam program digitalisasi pembelajaran.
Pemerintah daerah berharap guru yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen pengimbasan dengan membagikan pengetahuan kepada guru di sekolah lain yang belum mendapatkan pelatihan.
Digitalisasi Tidak Berhenti pada Pengadaan Perangkat
Kemendikdasmen menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi.
Penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting agar perangkat yang tersedia benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Dengan adanya pelatihan dan pengimbasan pengetahuan antarguru, pemanfaatan PID diharapkan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi pembelajaran di daerah.
Program digitalisasi pembelajaran di Murung Raya menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan guru dalam mengoptimalkan perangkat tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual.



















