Bandung – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat terus membuka ruang pengembangan kompetensi bagi guru melalui kegiatan Pojok Belajar. Salah satunya dilaksanakan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kota Bekasi dengan fokus pada penerapan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam kegiatan kokurikuler.
Kegiatan tersebut berlangsung di Bale Sawala BBGTK Jawa Barat pada Kamis, 24 September 2026. Sebanyak 40 perwakilan guru dari sekitar 300 guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA SMP Kota Bekasi mengikuti kegiatan tersebut.
Guru IPA Belajar Penerapan STEM
Pojok Belajar menjadi ruang bagi para guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memperdalam pemahaman mengenai penerapan pendekatan STEM dalam kegiatan kokurikuler.
Perwakilan BBGTK Provinsi Jawa Barat, Rohimat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru IPA. BBGTK Jabar juga terus menyediakan berbagai ruang belajar bagi guru melalui program pengembangan kompetensi, termasuk Pojok Belajar.
STEM untuk Kegiatan Kokurikuler Lintas Mata Pelajaran
Materi kegiatan disampaikan oleh Tresna Dewi Pertiwi, S.Si., M.Pd., Widyaiswara BBGTK Provinsi Jawa Barat, selaku fasilitator.
Dalam pemaparannya, STEM diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan yang dapat digunakan guru untuk merancang kegiatan kokurikuler dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran. Guru didorong untuk melihat keterkaitan antarmata pelajaran serta menghubungkan capaian pembelajaran yang relevan dalam satu kegiatan.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kokurikuler dapat dirancang tidak hanya berdasarkan satu bidang studi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih terintegrasi kepada peserta didik.
Mengenal Kompetensi 6C dan 8 Dimensi Profil Lulusan
Selain penerapan STEM, para peserta juga mempelajari sejumlah konsep yang mendukung perancangan kegiatan pembelajaran. Materi tersebut meliputi kompetensi 6C abad ke-21, 8 dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, alur perancangan kegiatan STEM, hingga Engineering Design Process (EDP).
Pembahasan tersebut memberikan kerangka bagi guru untuk merancang kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan berbagai kompetensi peserta didik.
Engineering Design Process dalam Pembelajaran STEM
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah Engineering Design Process (EDP). Pendekatan ini dapat membantu guru merancang kegiatan yang mengajak peserta didik mengidentifikasi persoalan, mengembangkan gagasan, merancang solusi, dan menguji hasilnya.
Dalam konteks kokurikuler, proses tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan lintas mata pelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Diskusi Interaktif Antarguru
Kegiatan Pojok Belajar berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para guru mendapatkan kesempatan untuk membahas penerapan STEM serta menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi pembelajaran di sekolah masing-masing.
Melalui proses berbagi pengalaman tersebut, guru dapat memperoleh gambaran mengenai cara mengidentifikasi capaian pembelajaran yang dapat diintegrasikan dan mengembangkan kegiatan kokurikuler yang melibatkan lebih dari satu mata pelajaran.
Perkuat Kompetensi Guru Secara Berkelanjutan
Pojok Belajar merupakan salah satu program pengembangan kompetensi BBGTK Jawa Barat yang dirancang sebagai ruang belajar interaktif berbasis komunitas untuk berbagi praktik baik pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari berbagai upaya BBGTK Jabar dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
BBGTK Jabar juga menempatkan STEM sebagai salah satu program pengembangan kompetensi yang bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru, mendorong inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta membangun komunitas belajar guru yang berkelanjutan.
Dorong Kokurikuler yang Lebih Bermakna
Melalui kegiatan ini, guru IPA SMP Kota Bekasi diharapkan semakin siap merancang kegiatan kokurikuler yang menghubungkan berbagai mata pelajaran dengan pendekatan STEM.
Pengintegrasian tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat budaya kolaborasi antarguru dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.








