Jakarta – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan penurunan capaian siswa Amerika Serikat (AS) dalam kemampuan membaca dan matematika. OECD mencatat hasil terbaru tersebut termasuk yang terendah yang pernah dicatat AS dalam sejarah keikutsertaannya pada PISA.
Dalam PISA 2025, siswa AS memperoleh skor membaca 490 poin, turun 14 poin dibandingkan 2022. Sementara itu, skor matematika mencapai 463 poin, dengan capaian tersebut menjadi salah satu yang terendah dalam riwayat PISA AS. Capaian sains relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Skor Membaca AS Turun 14 Poin
Kemampuan membaca menjadi salah satu bidang yang mengalami penurunan paling terlihat. Skor membaca siswa AS pada 2025 berada di angka 490 poin, dibandingkan capaian 504 poin pada 2022.
OECD menyebut hasil membaca AS pada 2025 lebih rendah dibandingkan 2018 dan termasuk yang terendah sepanjang pelaksanaan PISA di AS. Namun, skor tersebut masih berada di atas rata-rata OECD yang mencapai 461 poin.
Sekitar 74 persen siswa AS mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam membaca. Pada level tersebut, siswa setidaknya mampu menemukan gagasan utama dalam teks dengan panjang sedang, mencari informasi berdasarkan kriteria tertentu, serta melakukan refleksi terhadap tujuan dan bentuk teks ketika diarahkan.
Matematika Mencapai 463 Poin
Pada kemampuan matematika, siswa AS memperoleh skor 463 poin. Angka tersebut sama dengan rata-rata OECD dalam PISA 2025.
Sekitar 65 persen siswa AS mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam matematika. Pada tingkat ini, siswa setidaknya mampu memahami bagaimana situasi sederhana dapat direpresentasikan secara matematis tanpa instruksi langsung.
OECD mencatat bahwa hasil matematika AS pada 2025 berada di antara capaian terendah yang pernah dicatat dalam PISA. Dibandingkan 2015, proporsi siswa AS yang berada di bawah Level 2 dalam matematika meningkat enam poin persentase.
Sains Relatif Stabil
Berbeda dengan membaca dan matematika, performa siswa AS dalam bidang sains relatif stabil. OECD menyatakan perubahan hasil sains AS sepanjang periode PISA cenderung kecil dan tidak signifikan.
Sekitar 78 persen siswa AS mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam sains, lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD sebesar 74 persen. Selain itu, sekitar 13 persen siswa AS berada pada Level 5 atau 6 dalam sains, sedangkan rata-rata OECD sekitar 7 persen.
Kesenjangan Kemampuan Membaca Masih Lebar
Selain melihat skor rata-rata, data PISA 2025 juga menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan membaca di antara siswa AS.
Data OECD Education GPS menunjukkan selisih skor antara 10 persen siswa dengan nilai tertinggi dan 10 persen siswa dengan nilai terendah mencapai 312 poin dalam membaca. Angka tersebut termasuk kesenjangan terbesar di antara peserta PISA 2025.
DetikEdu juga melaporkan bahwa sekitar 25,7 persen siswa AS berada dalam kelompok berprestasi rendah dalam membaca, sedangkan sekitar 13,3 persen masuk kelompok berprestasi tinggi. Data tersebut menggambarkan adanya perbedaan capaian yang cukup besar antarkelompok siswa.
Siswa Berprestasi Tinggi Tetap Ada
Meski terjadi penurunan skor rata-rata, AS tetap memiliki proporsi siswa berprestasi tinggi dalam beberapa bidang.
Dalam membaca, sekitar 13 persen siswa AS mencapai Level 5 atau lebih tinggi, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 6 persen. Siswa pada level tersebut mampu memahami teks panjang, menangani konsep abstrak atau berlawanan dengan intuisi, serta membedakan fakta dan opini berdasarkan petunjuk yang tersirat.
Untuk matematika, sekitar 8 persen siswa AS berada pada Level 5 atau 6, sama dengan rata-rata OECD. Siswa pada tingkat ini mampu memodelkan situasi kompleks secara matematis serta memilih dan mengevaluasi strategi penyelesaian masalah.
PISA 2025 Libatkan 760 Ribu Siswa
PISA 2025 merupakan salah satu asesmen internasional terbesar yang dilakukan OECD. Penilaian ini melibatkan sekitar 760.000 siswa berusia 15 tahun dari 91 negara dan perekonomian.
PISA 2025 mengukur kemampuan siswa dalam sains, membaca, matematika, dan pemecahan masalah komputasional. Sains menjadi domain utama dalam siklus penilaian tahun 2025.
Untuk AS, sebanyak 4.625 siswa dari 144 sekolah mengikuti asesmen. Sampel tersebut mewakili sekitar 3,58 juta siswa berusia 15 tahun atau sekitar 85 persen dari populasi usia tersebut di AS.
Tren Penurunan Terjadi Secara Global
Penurunan capaian AS berlangsung di tengah tren penurunan performa pendidikan di banyak negara OECD. OECD mencatat rata-rata skor membaca negara-negara OECD turun 28 poin antara 2015 dan 2025, sedangkan matematika turun 22 poin dalam periode yang sama.
Pada 2025, rata-rata OECD mencapai 461 poin untuk membaca dan 463 poin untuk matematika. OECD menyebut hasil tersebut sebagai capaian rata-rata terendah yang pernah tercatat untuk kedua bidang tersebut.
OECD juga menekankan bahwa hasil PISA tidak dapat digunakan untuk menentukan satu penyebab tunggal atas perubahan capaian siswa. Berbagai faktor pendidikan, sosial, ekonomi, dan lingkungan belajar dapat berhubungan dengan performa siswa.
Fokus pada Guru dan Dukungan Siswa
Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann menyatakan hasil PISA 2025 menunjukkan pentingnya upaya untuk membalikkan tren penurunan capaian siswa.
OECD mencatat sistem pendidikan dengan performa tinggi cenderung berfokus pada lebih sedikit bidang secara lebih mendalam, berinvestasi pada guru, melibatkan orang tua, serta memberikan dukungan yang lebih terarah kepada siswa dan sekolah yang membutuhkan.
Dengan demikian, hasil PISA 2025 AS tidak hanya menunjukkan perubahan skor membaca dan matematika, tetapi juga memberikan gambaran mengenai tantangan pemerataan kemampuan siswa. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam melihat perkembangan pendidikan, bersama indikator dan penelitian pendidikan lainnya.








