Jakarta – Siswa dan alumni sekolah menengah kejuruan (SMK) Indonesia berhasil membawa pulang sembilan penghargaan dari ajang WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Prestasi tersebut terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam penghargaan Medallion for Excellence.
WorldSkills Competition ke-48 berlangsung di Shanghai, China, pada September 2026. Indonesia mengirimkan 20 kompetitor yang bertanding dalam 17 bidang keahlian dengan didampingi 17 expert serta tim pendukung.
Daftar Peraih Medali WorldSkills Shanghai 2026
Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development. Edsel merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Astra (ASTRAtech) dan sebelumnya menjalani pendidikan di SMK.
Sementara itu, dua medali perunggu diraih oleh Rash Asyari Amyris Thalib pada bidang IT Network Systems Administration dan Fatima Rani Al Husna Prameswara pada bidang Restaurant Service.
Selain tiga medali tersebut, enam kompetitor Indonesia memperoleh Medallion for Excellence pada bidang Web Technologies, Industrial Control, Electronics, Mechatronics, Refrigeration and Air Conditioning, serta Automobile Technology.
Indonesia Kirim Delegasi Terbesar
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa kontingen Indonesia tahun ini merupakan delegasi terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di WorldSkills.
Sebanyak 20 kompetitor Indonesia mengikuti kompetisi pada 17 bidang keahlian. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk siswa dan alumni SMK serta peserta yang terhubung dengan institusi pendidikan dan mitra industri.
Para peserta sebelumnya menjalani pembinaan dan pelatihan intensif. Kemendikdasmen menyebut sebagian peserta menjalani persiapan selama sekitar lima hingga enam bulan sebelum bertanding di Shanghai.
Bertanding di 17 Bidang Keahlian
Kontingen Indonesia mengikuti berbagai bidang keterampilan yang berkaitan dengan teknologi, industri, otomotif, kuliner, hingga layanan perhotelan.
Bidang yang diikuti antara lain Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, IT Network Systems Administration, Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, serta Robot Systems Integration.
Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka berdasarkan standar keterampilan internasional. Selain mengejar prestasi, peserta juga memperoleh pengalaman dengan melihat kemampuan dan perkembangan keterampilan dari negara lain.
Perjuangan Edsel Raih Medali Perak
Edsel Parama Mustapa meraih medali perak dalam bidang Software Applications Development. Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut mampu mengembangkan aplikasi mulai dari tahap perencanaan, pembuatan, hingga pengujian.
Edsel menjalani persiapan sekitar enam bulan. Selama masa latihan, ia mengerjakan berbagai soal baru dan soal dari kompetisi sebelumnya sebagai bagian dari simulasi.
Dalam kompetisi, Edsel mengembangkan aplikasi yang dapat diterapkan pada perangkat Android. Ia mengatakan hasil latihan yang dilakukan secara rutin membantunya menghadapi tantangan selama pertandingan di Shanghai.
Fatima Berlatih hingga ke Dunia Industri
Peraih medali perunggu bidang Restaurant Service, Fatima Rani Al Husna Prameswara, memiliki perjalanan panjang sebelum tampil di WorldSkills Shanghai 2026.
Fatima merupakan alumni SMK Negeri 57 Jakarta dan kini berstatus sebagai mahasiswa D4 Pengelolaan Perhotelan Institut Pariwisata Trisakti. Persiapannya untuk kompetisi berlangsung sekitar dua setengah tahun.
Selain mengikuti latihan di pusat pelatihan, Fatima juga memperoleh pengalaman melalui pelatihan langsung di industri. Pengalaman tersebut membantunya berlatih menghadapi situasi kerja, termasuk berinteraksi dengan tamu serta tenaga profesional di bidang layanan restoran.
Rash Sempat Merasa Tidak Akan Mendapat Medali
Cerita lain datang dari Rash Asyari Amyris Thalib, peraih medali perunggu bidang IT Network Systems Administration.
Rash merupakan alumni SMK Negeri 1 Kota Tangerang yang kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Komputer Indonesia. Selama pertandingan, ia sempat merasa peluang mendapatkan medali telah tertutup karena beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan persiapan yang dilakukan.
Namun, hasil akhir kompetisi menempatkannya di posisi tiga besar sehingga berhasil membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia.
Mendikdasmen Apresiasi Prestasi Delegasi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyambut kepulangan kontingen Indonesia di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026.
Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para kompetitor dan expert yang telah mengikuti kompetisi serta menjalani proses persiapan. Menurut Kemendikdasmen, pencapaian tersebut menunjukkan hasil pembinaan talenta vokasi Indonesia di tingkat internasional.
Pengalaman WorldSkills Akan Dibawa ke Indonesia
Kemendikdasmen menilai pengalaman para peserta selama WorldSkills tidak hanya penting karena penghargaan yang diperoleh. Pengetahuan mengenai teknologi, metode kerja, dan standar keterampilan internasional diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan pendidikan vokasi di Indonesia.
Tatang Muttaqin menyampaikan bahwa pengalaman WorldSkills selanjutnya akan didiseminasikan melalui penyelarasan Lomba Kompetensi Siswa (LKS), penguatan pusat pelatihan mitra, serta penyusunan buku mengenai pengalaman Indonesia di panggung kompetisi keterampilan dunia.
Dengan capaian sembilan penghargaan tersebut, keikutsertaan Indonesia di WorldSkills Shanghai 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan siswa dan alumni SMK agar semakin sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri global.








