Isi Berita
Jakarta – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan adanya perbedaan capaian kemampuan matematika siswa berusia 15 tahun di berbagai negara dan wilayah. Dalam penilaian terbaru OECD tersebut, sejumlah sistem pendidikan di Asia kembali menempati posisi teratas.
PISA 2025 diikuti lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan ekonomi. Asesmen ini mengukur kemampuan siswa dalam matematika, membaca, dan sains, termasuk kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata.
20 Negara dengan Skor Matematika Tertinggi
Berdasarkan skor matematika PISA 2025, berikut 20 negara dan ekonomi dengan capaian tertinggi:
| Peringkat | Negara/Ekonomi | Skor Matematika |
|---|---|---|
| 1 | B-S-J-Z China | 612 |
| 2 | Singapura | 563 |
| 3 | Makau (China) | 549 |
| 4 | Chinese Taipei | 546 |
| 5 | Jepang | 525 |
| 6 | Korea Selatan | 522 |
| 7 | Hong Kong (China) | 522 |
| 8 | Estonia | 508 |
| 9 | Swiss | 499 |
| 10 | Inggris | 488 |
| 11 | Kanada | 485 |
| 12 | Australia | 478 |
| 13 | Italia | 468 |
| 14 | Jerman | 464 |
| 15 | Amerika Serikat | 463 |
| 16 | Turki | 462 |
| 17 | Prancis | 458 |
| 18 | Spanyol | 457 |
| 19 | Ceko | 487 |
| 20 | Polandia | 489 |
Catatan: PISA melakukan pemeringkatan terhadap negara dan ekonomi peserta, sehingga istilah yang tepat adalah countries and economies. Selain itu, urutan dapat berbeda apabila daftar disusun berdasarkan tabel statistik OECD dan memperhitungkan ketidakpastian statistik.
China Raih Skor Matematika Tertinggi
Sistem pendidikan B-S-J-Z China mencatat skor matematika 612 poin, menjadi capaian tertinggi dalam PISA 2025. Singapura berada di posisi berikutnya dengan 563 poin.
Makau mencatat 549 poin, disusul Chinese Taipei dengan 546 poin. Jepang berada di posisi berikutnya dengan 525 poin, sementara Korea Selatan dan Hong Kong sama-sama memperoleh 522 poin.
OECD mencatat bahwa B-S-J-Z China dan Singapura menjadi dua sistem pendidikan dengan performa tertinggi secara keseluruhan dalam matematika, sains, dan membaca pada PISA 2025.
Negara Asia Mendominasi Posisi Teratas
Hasil PISA 2025 memperlihatkan kuatnya capaian sejumlah sistem pendidikan Asia dalam matematika. Selain China dan Singapura, Makau, Chinese Taipei, Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong juga berada di jajaran atas.
OECD mencatat tujuh sistem pendidikan di Asia memiliki proporsi siswa yang mencapai Level 5 atau 6 matematika dalam jumlah besar. B-S-J-Z China mencapai 54 persen, Singapura 37 persen, Chinese Taipei 32 persen, Makau 29 persen, Korea 23 persen, Jepang 22 persen, dan Hong Kong 21 persen.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia memperoleh skor matematika 364 poin dalam PISA 2025. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata OECD yang mencapai 463 poin.
Jika dibandingkan dengan hasil PISA 2022, skor matematika Indonesia berubah dari 366 menjadi 364 poin. OECD menyatakan perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Dengan demikian, Indonesia belum masuk dalam jajaran 20 negara dan ekonomi dengan skor matematika tertinggi PISA 2025.
Hanya 17 Persen Siswa Indonesia Capai Level Dasar
Data OECD menunjukkan sekitar 17 persen siswa Indonesia mencapai setidaknya Level 2 dalam kemampuan matematika. Sementara itu, rata-rata OECD mencapai 65 persen.
Pada Level 2, siswa setidaknya mampu mengenali dan menginterpretasikan bagaimana situasi sederhana dapat direpresentasikan secara matematis tanpa instruksi langsung.
Di sisi lain, hampir tidak ada siswa Indonesia yang masuk kategori top performers, yakni Level 5 atau 6. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa sistem pendidikan Asia yang memiliki proporsi siswa berkemampuan matematika tingkat tinggi jauh lebih besar.
PISA Mengukur Kemampuan Memecahkan Masalah
PISA tidak dirancang sekadar untuk menguji kemampuan siswa dalam menghafal rumus matematika. Asesmen ini melihat sejauh mana siswa mampu menggunakan pengetahuan matematika untuk memahami dan menyelesaikan persoalan.
Karena itu, skor PISA dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa menerapkan konsep matematika dalam konteks yang berbeda.
Skor Matematika Indonesia Relatif Stabil
Meskipun skor matematika Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD, hasil PISA 2025 menunjukkan perubahan dari 2022 tidak signifikan secara statistik. OECD juga mencatat bahwa hasil Indonesia pada 2025 secara umum relatif sama dengan 2022 dalam matematika, membaca, dan sains.
Kemendikdasmen mencatat skor matematika Indonesia pada 2025 sebesar 364 poin. Pada saat yang sama, skor membaca meningkat dari 359 menjadi 365 dan skor sains naik dari 383 menjadi 389.
Akses Pendidikan Indonesia Meningkat
Selain melihat skor, hasil PISA 2025 juga perlu dibaca bersama perubahan akses pendidikan di Indonesia. Kemendikdasmen menyebut Coverage Index Indonesia meningkat dari 0,46 pada partisipasi PISA 2003 menjadi sekitar 0,90 pada PISA 2025.
Indeks tersebut menggambarkan proporsi anak usia 15 tahun yang tercakup dalam sistem pendidikan formal. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak anak Indonesia yang berada dalam cakupan sistem pendidikan ketika mengikuti asesmen PISA.
Tantangan Pembelajaran Matematika Indonesia
Hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa tantangan Indonesia dalam matematika masih berkaitan dengan kemampuan siswa mencapai kompetensi dasar maupun tingkat lanjut.
Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi peningkatan pembelajaran matematika, terutama dalam membangun kemampuan memahami masalah, menggunakan konsep, melakukan penalaran, dan menerapkan matematika pada situasi nyata.
Pada saat yang sama, hasil PISA sebaiknya tidak dibaca hanya berdasarkan posisi peringkat. Kondisi sosial, cakupan peserta didik, sistem pendidikan, serta karakteristik masing-masing negara dan ekonomi juga menjadi bagian penting dalam memahami hasil asesmen.








