Malang – Universitas Negeri Malang (UM) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menggodok Program Akselerasi Magister 3+1+1. Program ini dirancang untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan magister sekaligus memberikan pengalaman akademik internasional.
Pembahasan program berlangsung di Ruang Sidang Rektor, Graha Rektorat UM, pada Selasa (29/9/2026). Pertemuan dihadiri Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Wakil Rektor I UM Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, Direktur Pendidikan UM, Direktur Kantor Internasional dan Kerja Sama UM, serta jajaran terkait.
Apa itu program 3+1+1?
Skema 3+1+1 menggabungkan pendidikan sarjana di perguruan tinggi dalam negeri, pengalaman akademik di perguruan tinggi mitra, kemudian pendidikan magister.
Dengan skema tersebut, mahasiswa dirancang menjalani pendidikan sarjana selama tiga tahun, memperoleh pengalaman akademik internasional selama satu tahun, kemudian melanjutkan pendidikan magister selama satu tahun.
Skema ini merupakan salah satu bentuk program akselerasi yang diperkenalkan LPDP untuk memperluas kesempatan pendidikan jenjang lanjut sekaligus membuka pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional.
LPDP sebut pendaftar mencapai 78.000-79.000 orang
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan, pengembangan skema akselerasi tersebut salah satunya didorong oleh tingginya jumlah peminat beasiswa dibandingkan kapasitas penerima.
Menurut Dwi, pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 78.000–79.000 pendaftar, sementara LPDP hanya mampu menampung sekitar 4.000–5.000 penerima beasiswa.
Ia juga menyebut proporsi masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan S2 dan S3 baru sekitar 0,5 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas akses pendidikan tinggi pada jenjang pascasarjana.
Mahasiswa berpeluang mendapat pengalaman internasional
Salah satu bagian penting dari skema 3+1+1 adalah kesempatan mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik di perguruan tinggi mitra internasional.
UM menilai skema tersebut dapat membuka akses mahasiswa terhadap lingkungan pendidikan global. Untuk mendukung pelaksanaannya, UM akan memperkuat jejaring dan melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Wakil Rektor I UM Prof. Ibrahim Bafadal mengatakan informasi mengenai peluang tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh kampus.
Ada peluang dukungan pembiayaan
Selain pengalaman akademik internasional, skema 3+1+1 juga dirancang dengan peluang dukungan pembiayaan melalui program LPDP bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan.
Namun, pembahasan antara UM dan LPDP saat ini masih berada pada tahap pengembangan dan penjajakan. Karena itu, persyaratan peserta, perguruan tinggi mitra, mekanisme seleksi, cakupan pembiayaan, serta jadwal pendaftaran resmi belum dapat dijadikan sebagai ketentuan final sebelum diumumkan oleh pihak terkait.
UM siapkan jejaring perguruan tinggi
UM selanjutnya akan memperkuat kerja sama antarkampus sebagai bagian dari persiapan ekosistem program.
Jejaring tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan lintas perguruan tinggi dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional sebelum melanjutkan pendidikan magister.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan lanjutan.
Program 3+1+1 sudah mulai diterapkan LPDP
Skema Akselerasi Magister 3+1+1 bukan sekadar gagasan yang baru diperkenalkan. Pada September 2026, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) mengumumkan salah satu mahasiswinya, Najwa Refa Aulia Arifin, sebagai awardee angkatan pertama Program 3+1+1 LPDP 2026.
Sementara itu, UM masih berada dalam tahap penggodokan dan penjajakan kerja sama untuk membangun ekosistem yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Bagi mahasiswa UM yang tertarik, informasi mengenai pembukaan program dan persyaratan resmi perlu menunggu pengumuman lanjutan dari UM dan LPDP.








